Digital Marketing In The Disruption Era

Digital Marketing In The Disruption Era.

Sabtu, 7 Agustus 2021, rangkaian Dies Natalis Ke-21 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Nusantara (STIE PENA), menyelenggarakan Webinar Marketing Strategy dengan Narasumber Ibu Lina Salim, S.E., MBA., MA., Ph.d., akademisi Unika Atma Jaya Jakarta. Kegiatan terbuka untuk umum ini, diikuti oleh  internal civitas akademika STIE PENA dan dari civitas akademika Perguruan Tinggi (PT) lain.

Ketua STIE PENA Semarang, Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., dalam sambutannya, sangat mengapresiasi para peserta webinar yang telah antusias untuk bergabung dalam webinar ini. Sungguh sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan Rahmat dan KaruniaNya sehingga bisa dipertemukan meskipun melalui zoom meeting/online. Tidak seperti biasanya ketika kita mau mengadakan seminar/workshop ada yang menjadi beban pemikiran kita dalam hal pembiayaan. Hikmah positif dibalik adanya wabah Covid-19 adalah kita tidak terlalu repot dalam persiapan seminar dengan pembiayaan yang tinggi baik bagi penyelenggara maupun bagi peserta, tetapi melalui zoom meeting/online kita bisa bersilaturrahmi dan berbagi ilmu pengetahuan maupun pengalaman dengan cara yang lebih praktis, efisien dan ekonomis. Kali ini kita mengangkat tema “Digital Marketing In The Disruption Era” hal ini guna menjawab tantangan di masa kini dan prospektif mendatang yang “all digital system”.

Modetaror Bapak Untung Widodo, S.E., M.M. (dosen STIE PENA) menyampaikan CV dari Narasumber, Ibu Lina Salim. Ibu Lina Salim saat ini aktif mengajar di FEB Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, almamater tempat beliau menyelesaikan pendidikan S1. Gelar Master diperolehnya Tahun 1994 di University of Dallas, Texas dan Western Illinois University, Macomb, Illinois, USA. Sedangkan Program Doktor Ilmu Business Management diraihnya pada Agustus 2007, di Northern University of Malaysia.

Digital MarketingMengangkat subtema “Digital Marketing, Millenials & Business”, ia menjelaskan mengenai era milenial dan generasi milenial. Kehidupan yang mengharuskan kita untuk terus bergerak maju dan beradaptasi dengan segala perubahan yang ada, memberikan pengaruh yang besar pada karakteristik generasi milenial. Itulah mengapa karakteristik milenial juga bisa dikatakan sangat berbeda dengan para orang tuanya yaitu generasi Baby Boomers.

Teknologi membuat para generasi internet ini mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Mereka akrab dengan kebiasaan online retaillers, workplace and flexible worktime, nyaman dengan sistem workvacation, online shopping behavior and no cash. Dengan memiliki pengetahuan tinggi dalam menggunakan platform dan perangkat mobile, dunia seakan dalam genggaman. Bekerja tidak harus berada di kantor, bahkan waktu bekerja bisa dilakukan sambil berlibur. Perangkat mobile juga menjadi salah satu faktor paling signifikan terhadap perilaku untuk meneliti dan membeli beragam produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka cenderung mengikuti rekomendasi dari orang-orang yang mereka kenal atau berdasarkan ulasan atau informasi produk/layanan, tak ragu untuk bereksperimen dalam soal brand dan tidak ambil pusing dengan pandangan dan komentar orang lain. Perubahan yang cepat, menjadikan produk baru dengan siklus hidup pendek juga menjadi salah satu pemicu perubahan pola pikir milenial dalam mengkonsumsi suatu produk.

Di sisi sosial dan komunikasi, perubahan dalam kehidupan milenial yang kini berorientasi digital ternyata dapat menumbuhkan energi positif untuk berwirausaha. Bermula dari sekedar hobi, banyak ragam yang bisa dijadikan peluang bisnis yang potensial, seperti kuliner (makanan/minuman sehat dan kekinian), jasa kecantikan (MUA), fotografi, jasa desain, youtuber, penerjemah, bahkan jasa laundry modern.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk dicermati agar bisnis senantiasa berkelanjutan, antara lain dengan memberikan informasi secara lengkap, penyampaiannya baik dan menarik bagi calon konsumen, memberi garansi, menciptakan hubungan baik serta jaga kepercayaan dari pelanggan. Jangan pernah lelah untuk berkreasi dan berinovasi yang positif. Selalu mencari tahu sedini mungkin apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen dari waktu ke waktu. Selalu belajar dan kuasai teknologi digital agar mampu mengembangkan bisnis dari berbagai model pemasaran, dan yang tidak kalah penting adalah kuatkan strategi komunikasi pemasaran dengan 3P, People, Process dan Physical Evidence, dalam kalimat penutup paparannya.

 

Selamat Dies Natalis STIE PENA-21, Semoga Semakin Sukses dan Jaya. “Jump Begins at ‘21”

 

 

Humas STIE PENA

Semarang, Sabtu 07 Agustus 2021

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More To Explore

Seputar Kampus

VAKSINASI CIVITAS AKADEMIKA STIE PENA

STIE PELITA NUSANTARA (STIE PENA)  GANDENG DKK SEMARANG, DALAM PROGRAM LAYANAN VAKSINASI COVID-19 BAGI MAHASISWA   Program Layanan Vaksinasi Covid-19 masih terus dijalankan di Kota

Seputar Kampus

PKKMB 2021 STIE PENA

Semarang, Sabtu 4 September 2021 Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2021 STIE PENA (STIE PELITA NUSANTARA) SEMARANG, sukses diselengarakan pada hari Sabtu,