Pengabdian masyarakat di Desa Penawangan

Pengabdian Masyarakat: “MEMBANGUN MASYARAKAT PEDESAAN MELALUI TATA KELOLA, PEMBERDAYAAN DAN ENTREPRENEURSHIP”

Sabtu, 8 September 2018. STIE Pelita Nusantara (STIE PENA), melaksanakan pengabdian pada masyarakat secara mandiri di Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan.  Rangkaian acara pengabdian terdiri dari Pelatihan Tata Kelola dengan topik Manajemen Keuangan UMKM serta Tata Kelola dan Akuntansi Organisasi Pedesaan. Sedangkan Pemberdayaan Wanita dan  Entrepreneurship disampaikan topik Pemberdayaan Wanita Pedesaan Berbasis Komunitas serta Memulai dan Mengembangkan Wirausaha bagi Perempuan Pedesaan.  Instruktur pelatihan terdiri dari Dosen STIE Pelita Nusantara dan satu dosen dari STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang.

Pengabdian masyarakatDalam waktu yang bersamaan dilakukan pula lomba mewarnai bagi anak-anak TK se Desa Penawangan dilanjutkan kuis  dan permainan yang mendorong anak-anak untuk berprestasi saat ini dan di masa mendatang.  Acara anak TK dipandu oleh Dosen STIE PENA, Guru TK, mahasiswi dari Undip dan  Polines yang berasal dari desa setempat dibantu BEM STIE PENA.

Dalam sambutannya, Ketua STIE Bp. Untung Widodo, SE, MM menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi perguruan tinggi kami dan bagi warga Desa Penawangan guna membangun kemitraan, khususnya dibidang pengabdian masyarakat. Manfaat dari kemitraan ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh warga Desa penawangan khusunya dalam peningkatan kesejahteraannya.  Ketua LPPM Bp. Eman Sukanto, SE, MSi, Akt mengajak masyarakat Desa Penawangan untuk bersiap diri menghadapi era bebas ASEAN, globalisasi dan digitalisasi ekonomi.  Meskipun bukan bagian dari masyarakat kota besar, tidak ada salahnya warga setempat memulai usaha berbasis digital, menuju arah smart village, dan memiliki produk unggulan desa yang terkenal secara nasional bahkan internasional melalui OVOP, One Village One (premium) Product. Ekonomi digital tidak mengenal batas dan ruang.   Konsumen tidak menanyakan produk yang dihasilkan dari negara mana dan dijual orang kota atau orang desa, tapi konsumen bertanya tentang kualitas, inovasi dan harga yang terjangkau, artinya produk dibuat di kota besar atau di wilayah Grobogan, tidak berbeda. Jadi meskipun kita masyarakat desa harus percaya diri.  Sementara itu Ibu Kepala Desa, Ibu Tri Joko menyambut baik kegiatan ini dan berharap ke depan akan tumbuh lebih banyak lagi UMKM di desa penawangan ini guna menggerakkan ekonomi.  Sukses untuk STIE PENA, Sukses untuk Desa Penawangan.

Bagikan...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Lainnya

Seputar Kampus

Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS

  Dalam upaya menjaga integritas dan transparansi proses seleksi anggota satgas Pusat Pengembangan Karir dan Studi (PPKS), STIE Pelita Nusantara Semarang mengambil langkah penting dengan