MOU STIE PENA DENGAN ILC & STMI

PENANDATANGANAN MoU STIE PENA DENGAN ILC & STMI JAWA TENGAH “KOMPETENSI, MENGANTARKAN SEBUAH PRESTASI” Perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang sangat pesat menuntut Perguruan Tinggi untuk selalu meningkatkan kompetensi diri bagi alumninya dalam menjawab kebutuhan perubahan zaman. Link and match Perguruan Tinggi dengan dunia usaha/industri (DUDI) harus dibangun dengan baik.  Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi yang bisa dilakukan di antaranya magang/praktik kerja di dunia usaha/industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusisaan. Semua kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen. Kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru. Merujuk pada pengaturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 5 Nomor 81 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa lulus pendidikan tinggi berhak mendapat ijazah yang merupakan pengakuan atas program pendidikan yang telah diselesaikannya dimana ijazah yang diberikan tersebut sekurang-kurangnya dilengkapi dengan transkip akademik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan oleh pendidikan tinggi bergelar. SKPI menyatakan bahwa institusi pendidikan berada dalam kerangka kualifikasi nasional yang diakui secara nasional dan dapat disandingkan dengan program pada institusi luar negeri melalui qualification framework masing-masing negara. Penerbitan SKPI  ini didasari oleh adanya tiga peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) yakni Permendikbud No 73 Tahun 2013 tentang penerapan kerangka kualifikasi nasional Indonesia bidang pendidikan tinggi, Permendikbud No 49 Tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan tinggi, dan Permendikbud No. 81 Tahun 2014 tentang ijazah, sertifikat kompetensi, dan sertifikat profesi pendidikan tinggi. Mengingat peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) tersubut di atas, dan akan pentingnya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), maka pada hari Jumat, 01 Oktober 2021, menjadi hari bersejarah bagi STIE Pelita Nusantara (STIE PENA), dengan International Language Center (ILC), dalam program pengembangkan kompetensi mahasiswa khusus Toefl and Toeic, dan dengan Sekolah Trainer dan Motivator Indonesia (STMI) Wilayah Jawa Tengah, dalam program public speaking. Dimana pada hari tersebut kedua belah pihak antara STIE PENA dengan ILC, dan STIE PENA dengan STMI menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), untuk bekerjasama dalam bidang peningkatan kompetensi Mahasiswa, dan penerbitan SKPI. Bertempat di ruang rapat STIE PENA, penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Bpk. Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., selaku Ketua STIE PENA, dan Bpk. Andrianto, S.Ip., selaku general manajer ILC, serta Bpk. Supriyadi Trisno Saputro, S.E., C.MMI., CNHRP., C.PS., C.FH., CPHRM., C.TLC., C.TSSA., selaku koordinator STMI Jawa Tengah. Adapun ikut hadir dan menyaksikan penandatanganan MoU ini antara lain Wakil Ketua I Ibu. Widaryanti, S.E., M.Si., Akt., CA., Wakil Ketua III Bpk. Mohklas, S.E., M.Si., Ketua Program Studi Manajemen Ibu. Rudika, S.E., M.M., dan Ketua Program Studi Akuntansi Ibu. Nurul Latifah Pancawardani, S.E., M.M., M.Si. Penandatangan MoU antara STIE PENA dengan ILC dan STMI Jawa Tengah Usai MoU ditandatangani bersama-sama saling ramah tamah dalam bingkai sarasehan, Ketua STIE PENA Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., menyampaikan harapnya akan pentingnya kompetensi bagi mahasiswa dan regulasi pemerintah (Permendikbud), maka kita saling berharap kerjasama ini kedepan akan memberikan kontribusi riil, sehingga bisa saling memberikan manfaat kepada institusi masing-masing, juga mahasiswa dan masyarakat. Semangat!. Sukses Selalu.

Pelantikan BEM STIE PENA Tahun 2021

PELANTIKAN & SERAH TERIMA JABATAN PENGURUS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) STIE PELITA NUSANTARA (STIE PENA) Masa Bakti Tahun 2021-2023 Mahasiswa di Perguruan Tinggi merupakan patner dan variabel yang tidak bisa terpisahkan agar atmosfer kehidupan kampus tetap survival. Sinergitas Mahasiswa dengan civitas akademika lainnya dalam suatu Perguruan Tinggi di setiap Proses Pembelajaran dan Kegiatan-kegiatan Mahasiswa lainnya harus ditata sedemikan rupa. Untuk itu keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai organisasi yang membantu mewujudkan kehidupan kampus dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan. Mahasiswa harus sadar akan perannya menjadi stimulan penyemangat dari bagian kelompok masyarakat terdidik, terbaik, dan terpelajar untuk bisa memimpin diri dan calon pemimpin bangsa yang besar. Kekuatan intelektual para mahasiswa menjadi kekuatan utama dalam menyehatkan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Menyadari akan tanggung jawab tersebut serta turut menyertai kompetensi diri yang wajib dimiliki setiap mahasiswa, maka bekal-bekal akademik dan non akademik harus siap dan dipersiapkan. Menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan di masa studi bagi seorang mahasiswa adalah satu hal yang istimewa, karena diperlukan energi tambahan, pikiran, dan waktu agar semua aktivitas bisa berjalan secara seimbang yang pada gilirannya menjadi pengalaman berharga untuk terjun di masyarakat nantinya. Mengingat akan penting dan perannya Mahasiswa dalam membangun Bangsa, maka pada hari Rabu (17/11/2021) dilaksanakan Pelantikan dan Prosesi Serah Terima Jabatan Pengurus BEM STIE PENA, masa bakti 2021-2023, di Aula STIE Pelita Nusantara, dengan tetap mematuhi Prokes. Dengan diadakannya acara tersebut, menandai berakhirnya masa kepengurusan BEM Masa Bakti 2019-2021 dengan ketua Saudara Ido Ido Prabaswara, dan wakil ketua Saudari Ari Wahyuni, serta dimulainya masa kepengurusan yang baru yang diketuai oleh Saudara Angger Ganding Taksasaka, dan wakil ketua Saudari May Lisa Trifiana. Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan ini bukanlah sesuatu yang serta merta, dan proses yang instan, namun telah melalui tahap-tahapan yang panjang, mulai dari masa kampanye, debat penyampaian visi, dan misi masing-masing calon pasangan Presiden BEM, proses pemungutan suara, hingga penyusunan kepengurusan BEM STIE PENA yang baru. Hadir dalam acara tersebut Ibu Widaryanti, S.E., M.Si., Akt., CA, selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik sekaligus mewakili Ketua STIE Pelita Nusantara (Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si.), Ibu Yuliati, S.E., M.M., selaku Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan sarana prasarana, dan Bapak Mohklas, S.E., M.Si., selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Humas dan Kerjasama dengan pihak Eksternal, serta Ibu Rudika, S.E., M.M. selalu Kaprodi Manajemen, dan Ibu Nurul Latifah Pancawardani, S.E., M.M., M.Si., selaku Kaprodi Akuntansi. Acara dimulai pukul 09.00 diawali dengan pembukaan, mendengarkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan. Mohklas (Waka. III) dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan kepada pengurus BEM, bahwa ketika berbicara pelantikan pastinya dalam pemikiran kita; identik dengan ada Pemimpin, Staff (yang dipimpin), Anggaran, Sistem Informasi Manajemen, Tugas dan Tanggung Jawab, serta Merealisasikan Visi, Misi Organisasi. Oleh karenanya sikap moral yang penuh dedikasi, totalitas, loyalitas, proaktif, kreatif, dan inovatif terhadap komunitas/organisasi yang Saudara emban menjadi budaya kerja sehari-hari, harapannya ada perkembangan dan pengembangan yang signifikan atas kinerja organisasi tersebut. Beliau juga mengajak kepada Mahasiswa dan pengurus BEM pada khususnya, untuk mendarmabaktikan jiwa dan raganya sebagai perwujudan pengabdian kepada masyarakat dengan memberi nilai-nilai maslakhat kepada sesama melalui Kerja Cerdas, Keras, Tuntas, dan Ikhlas. Ibu Widaryanti, S.E., M.Si., Akt., CA., memberikan motivasi kepada pengurus BEM yang baru (periode 2021-2023) khususnya dan Mahasiswa yang lain, yang diantaranya adalah; Kalian dapat masuk seleksi menjadi anggota BEM itu harus bersyukur sekali, karena di dalam organisasi BEM  ada beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi diri kalian semua, baik itu hardskill maupun softskill yang nantinya sangat berguna ketika terjun di masyarakat. Dalam pesan-pesannya beliau mengarahkan; jangan hanya jadi Mahasiswa KUPU-KUPU datang pergi ke dan dari kampus tanpa memberikan kontribusi yang riil bagi civitas akademik kalian semua. Disamping itu beliau juga menegaskan; mari !!, kita bersama-sama wujudkan atmosfer kehidupan kampus yang penuh dengan budaya merealisasikan tugas pokok Tridharma Perguruan Tinggi yang solid, penuh rasa kerjasama antara Dosen dengan Mahasiwa, dan dengan pihak-pihak eksternal yang berkompeten dalam bingkai Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat yang memadai serta sinergi. Closing statement Beliau “SELAMAT BEKERJA & SUKSES UNTUK KALIAN SEMUA, HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI KEMARIN & ESOK HARUS LEBIH BAIK DARI HARI INI. Terimakasih. Hidup Mahasiswa. Hidup STIE Pelita Nusantara, dan Hidup Rakyat Indonesia.   Humas STIE Pelita Nusantara Semarang, 04 Desember 2021  

Wisuda XIV STIE Pelita Nusantara Semarang

WISUDA XIV STIE PENA Rabu 24 November 2021, STIE Pelita Nusantara (STIE PENA)  menyelenggarakan wisuda XIV di kampus Aula Gedung A yang dipimpin Ketua SENAT STIE Pelita Nusantara Bpk. Untung Widodo, S.E., M.M. Pelaksanaan wisuda XIV dilakukan dengan singkat padat dan sederhana dengan standard protokol kesehatan yang ketat, namun tidak mengurangi esensi kesakralan sebuah perhelatan wisuda untuk menghantarkan para lulusan terjun ke masyarakat. Tamu undangan yang diundang hadir  dalam kesempatan ini adalah Pembina Yayasan, Ketua Pengawas, Pengurus YPN Pelita Nusantara, Kepala SMK Pelita Nusantara 1 dan Kepala SMK Pelita Nusantara 2 dan  secara khusus mengundang pendamping wisudawan/orang tua/wali wisudawan via streaming/online. Wisudawan Terbaik STIE Pelita Nusantara mewisuda Mahasiswa dari lulusan Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi. Wisudawan terbaik dari Prodi Manajemen diraih oleh saudari Ririn Ayu Astutik, S.M., dengan IPK 3,98 sedangkan wisudawan terbaik dari prodi akuntansi diraih oleh saudari Theressa Meiti Natalia, S.Ak., dengan IPK 3,92. Wakil wisudawan saudari Siji Andriyani, S.Ak., menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bp/Ibu dosen yang telah membimbing, mengarahkan dan mentransformasikan ilmu dan pengetahuannya serta ketrampilan guna menghadapi masa depan yang sudah menglobal untuk bekal terjun di masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia. Dia juga mengajak rekan–rekan seperjuangan untuk selalu terus belajar dan berinovasi dimasyarakat setelah bekarier guna menghadapi tantangan yang lebih kompetitif. Sambutan-sambutan Ketua STIE Pelita Nusantara Bp. DR. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya kepada LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, yang telah memberikan arahan, perhatian, bimbingan dan dorongannya untuk selalu maju dan berkembang agar mampu bersaing dan mampu menghadapi era yang terus maju seiring dengan perkembangan global dimasa revolusi industri 4.0. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada instansi pemerintah maupun swasta yang telah merekrut para lulusan STIE Pelita Nusantara, kepada orang tua/wali Mahasiswa yang telah mempercayakan putra/putrinya untuk study di STIE Pelita Nusantara. Beliau menyampaikan bahwa Lembaga STIE Pelita Nusantara adalah lembaga yang taat azas terbukti bahwa baik institusi maupun prodi Manajemen dan prodi Akuntansi semuanya telah terakreditasi dengan peringkat “ B “. Beliau juga berpesan kepada seluruh wisudawan agar ilmu, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki harus betul-betul diimplementasikan dan bermanfaat di masyarakat. Selanjutnya Bp Drs. H. Tunas Dwi Darto, S.H., M.Si., M.H., selaku pembina YPN Pelita Nusantara dalam sambutannya menyampaikan untuk selalu bersyukur walaupun dimasa pandemic covid masih tetap dapat melaksanakan wisuda ke XIV walaupun dengan keterbatasan. Beliau juga menghimbau para alumni untuk selalu memberikan yang terbaik di tengah-tengah masyarakat. Tunjukkan loyalitas dan dedikasi serta tanggung jawab saudara dalam mengemban tugas dimanapun anda berada, berikan secercah pelita di seluruh nusantara untuk meningkatkan kepercayaan kepada kita. Pembina Yayasan juga berpesan kepada institusi STIE Pelita Nusantara agar selalu taat azas dalam penyeleggaraan tri dharma perguruan tinggi dan selalu meningkatkan pelayanan kepada Mahasiswa dan masyarakat. Sukses untuk Wisudawan/Wisudawati, Sukses untuk STIE PENA dan Sukses untuk kita Semua. Amin.

PERSPEKTIF APPRAISAL DALAM INSTITUSI KEUANGAN

PERSPEKTIF APPRAISAL DALAM INSTITUSI KEUANGAN Penilaian (appraisal) merupakan salah satu sektor jasa yang dapat berperan penting dalam menentukan nilai ekonomis aset dan potensi harta kekayaan. Di Indonesia, penilaian atau appraisal belum dikenal secara umum. Hal ini karena appraisal masih dalam tahap pertumbuhan. Umumnya jasa appraisal atau penilaian digunakan institusi keuangan dalam menilai suatu properti. Salah satu institusi keuangan tersebut adalah bank. Mengingat akan pentingnya pengetahuan, konsep-konsep, dan teori serta regulasinya, STIE Pelita Nusantara menggelar Webinar akademis bertajuk SHARING SESSION ABOUT APPRAISAL, pada hari Selasa, 26 Oktober 2021. Agenda Pendidikan dan pengembangan wawasan keilmuan kali ini menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten dan berpengalaman di bidangnya, yaitu Bapak Kurniawan Hapsoro, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.), Pimpinan Cabang Yogyakarta pada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dasa’at Yudistira & Rekan. Webinar dibuka pukul 09.00 WIB oleh Ketua STIE Pelita Nusantara Semarang, Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., diikuti oleh segenap civitas akademika STIE PENA dan juga peserta umum dari berbagai perguruan tinggi maupun instansi lain, yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam. Mengawali sambutannya Dr. Luhgiatno secara umum menyampaikan ketertarikan mengangkat tema ini karena profesi penilai masih asing terdengar atau belum banyak yang mengetahuinya. Padahal penugasan atau pekerjaan seorang panilai (Appraiser) cukup padat dengan kebutuhan dan permintaan Appraisal yang terus meningkat di setiap tahunnya. Jika persentasenya dibanding dengan banyak negara maju, persentase profesi penilai di Indonesia di banding dengan jumlah penduduknya terbilang masih sedikit. Diharapkan webinar ini dapat membuka wawasan untuk mengetahui dan mengenal lagi apa itu Appraisal, serta memantapkan profesi yang masih langka ini menjadi salah satu pilihan profesi di masa depan yang cukup menjanjikan. Mohklas, S.E., M.Si. (Dosen STIE PENA) selaku Moderator membuka acara dengan membacakan CV dari pemateri tunggal yaitu Bapak Kurniawan Hapsoro. Beliau mengawali pendidikan tingginya di Universitas Diponegoro pada tahun 1996. Berbekal pengalaman kerja yang telah beliau tekuni di berbagai Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), membawanya fokus pada profesi Penilai (Appraiser), hingga beliau mendapatkan Sertifikat Profesi dari Asossiasi Profesional MAPPI pada tahun 2010. Gelar Magister of Economic of Development (M.Ec.Dev.) yang merupakan program pasca sarjana jalur professional, diperolehnya pada tahun 2016 usai mengikuti pendidikan Program Magister Ekonomika Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bapak Kurniawan Hapsoro membuka paparannya dengan terlebih dulu menjelaskan secara umum kerangka pikir untuk lebih mengetahui devinisi apa itu Appraisal (Penilaian) dan siapa itu seorang Appraiser (Penilai). Appraisal atau Penilaian merupakan proses pekerjaan untuk memberikan estimasi dan pendapat atas nilai ekonomi suatu objek penilaian pada saat tertentu, sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Peraturan Perundangan-Undangan yang berlaku. Sedangkan Appraiser atau Penilai, adalah seseorang yang memiliki kualifikasi, kemampuan dan pengalaman dalam melakukan kegiatan praktek Penilaian terhadap suatu objek untuk mendapatkan nilai ekonomis sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Kriteria dan standar profesi Penilai yang berintegritas termuat dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI). Meski usaha jasa penilai sudah eksis sejak puluhan tahun yang lalu, hingga saat ini di Indonesia belum memiliki UU khusus sebagai payung hukum bagi profesi ini. Profesi penilai masih diatur setingkat peraturan menteri, yakni Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK RI) Nomor 101/PML.01/2014 tentang Penilai Publik dan perubahan-perubahannya. Pembinaan, pengembangan dan pengawasan dan pelayanan informasi atas profesi penilai dan penilai publik dilakukan oleh PPPK (Pusat Pembinaan Profesi Keuangan) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Sekretaris Jenderal. Lebih lanjut dijelaskan bahwa peran profesi penilai sangatlah penting dan dinilai strategis, baik sebagai penilai internal, penilai pemerintah maupun penilai publik. Salah satu pekerjaan penilai publik adalah menilai aset dan bisnis berdasarkan perhitungan serta harga pasaran. Selain itu, mereka juga memberikan pendapat hingga estimasi terkait nilai ekonomis sebuah objek penilaian sesuai SPI. Penilaian yang dilakukan bertujuan untuk transaksi, pelaporan keuangan sektor privat dan sektor publik, penjaminan utang, penerimaan negara, dan tujuan penilaian lainnya sesuai SPI. Status penilai publik sendiri wajib terdaftar di MAPPI atau Masyarakat Profesi Penilai Indonesia. Izin menjadi penilai publik ditetapkan dengan keputusan menteri dan diklasifikasikan dalam bidang jasa: penilaian properti sederhana; penilaian properti; penilaian bisnis; atau penilaian personal properti. Untuk mendapat izin penilai publik, penilai harus sudah beregister, sekurang-kurangnya telah lulus pendidikan awal penilaian dan memiliki kompetensi, yang diperoleh dengan cara menempuh pendidikan awal penilaian; pendidikan profesional lanjutan ujian sertifikasi penilai. Pendidikan awal penilaian tersebut telah diakui atau disetarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai, baik pendidikan non formal penilaian dasar dan/atau lanjutan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai; pendidikan formal penilaian yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi; atau pendidikan formal dan non formal penilaian yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah. Bapak Kurniawan Hapsoro juga memaparkan mengenai MAPPI (berikut jenjang keanggotaannya) yang menjadi wadah yang menghimpun Profesi Penilai Indonesia secara keseluruhan dalam kedudukannya sebagai pelaku kegiatan Penilaian. Sesuai data, jumlah penilai yang terdaftar sebagai anggota MAPPI kurang lebih 10.700 orang, dengan jumlah penilai beregister kurang lebih 3.700 orang. Dasar hukum berpraktek sebagai seorang Penilai di Indonesia, selain bekal pendidikan dan keahlian/kompetensi, adalah berpedoman pada KEPI dan SPI, yang mengatur Penilai dan Penilaiannya. Berbagai peraturan dan perundangan yang melibatkan Penilai serta standar pengendalian mutu seorang Penilai di Indonesia juga dijelaskan oleh narasumber dalam paparannya. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) adalah badan usaha yang telah mendapat izin usaha dari Menteri sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam memberikan jasanya. KJPP dibagi jadi dua bentuk badan usaha, yakni perseorangan dan persekutuan. Persebaran KJPP di Indonesia belum merata bahkan hampir sebagian besar ada di pulau Jawa. Hingga kini pengguna jasa yang melibatkan penilai berdasarkan trend penugasan tujuan penilaian (sumber PPPK-Kemenkeu 2021) antara lain: pengadaan tanah/lahan; pengelolaan barang usaha milik negara/daerah (BUMN/D); perbankan (penjaminan hutang); pasar modal; industri keuangan non bank; jual beli; lelang. Penjelasan tentang tujuan dan ruang lingkup penilaian baik itu: penilaian properti sederhana; penilaian properti; penilaian bisnis; atau penilaian personal properti, mengarahkan pada munculnya peluang karir yang bisa diambil sebagai penilai. Profesi ini memiliki tanggung jawab yang cukup besar, juga penuh resiko karena tidak sedikit yang berbenturan dengan pihak-pihak yang tidak berkenan dengan hasil penilaian maupun masalah-masalah sosial di masyarakat yang tidak sepele. Menjadi penilai harus dibekali dengan pendidikan dan keahlian/kepakaran khusus di bidangnya. Biaya jasa dan honor dihitung berdasarkan pengetahuan dan pengalaman

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2021

BERBUDI LUHUR SEBAGAI MODAL CIVITAS AKADEMIKA MEMBANGUN KEHIDUPAN KAMPUS YANG PROFESIONAL Semarang, Selasa 19 Oktober 2021/12 Rabiul Awal 1443 H, STIE Pelita Nusantara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, di Aula Gedung A STIE Pelita Nusantara (STIE PENA), dengan tetap patuh pada prokes. Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum refleksi atau muhasabah (introspeksi diri), dan hikmah yang tinggi dalam membangun kehidupan kampus, masyarakat, bangsa, negara. Karena Beliaulah, (Nabi Muhammad SAW) adalah satu-satunya manusia yang paling pantas dijadikan teladan dalam semua hal. Sebagaimana Firman Allah di dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21, yang artinya: “Bahwa sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak menyebutkan nama Allah.” Peserta Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2021 Hadir pada acara ini, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Nasional Pelita Nusantara (Ibu. Dra. Hj. Tutik Rumiyatun, MM), Ketua STIE PENA, Dosen, Tendik, BEM, Mahasiswa dan Osis dari SMK Pelita Nusantara 1 dan Osis dari SMK Pelita Nusantara 2. Ibu Hj. Tutik pada sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih yang mendalam kepada civitas akademika, terutama adik-adik BEM yang telah menginsiasi adanya program UKM kerohaniaan ini dengan baik, dan tetap semangat berkarya meskipun yang seharusnya ini hari libur nasional, namun karena adanya SKB 3 Menteri, kita tetap tunduk patuh masuk kerja dengan mengisi kegiatan ini. Beliau menambahkan bahwa tujuan dari peringatan ini adalah bagaimana kita dapat meneladani sikap dan perilaku Nabi, yang kita implentasikan dalam menjalankan  hidup dan kehidupan ini, sebagaimana tema yang diangkat “Meneladani Sikap Rosulullah SAW, Sebagai Spirit Mewujudkan Kehidupan di Masa Pandemi”. Sebab pada diri Nabi Muhammad SAW telah ada contoh dan suri tauladan yang baik bagi umat manusia. Sambutan Ketua STIE Pelita Nusantara Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si. selaku Ketua STIE PENA, memberikan arahan dalam kata sambutannya, merasa banyak bersyukur kepada Allah SWT Tuhan YME atas segala nikmat-Nya yang diantaranya nikmat sehat sehingga kita dapat melaksankan kegiatan ini dengan baik, yaitu memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1443 H. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan pengaruh positif pada kita semua, karena didalammnya ada proses nasihat-nasihat yang baik, tentang bagaimana kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT Tuhan YME, yang implementasinya ketika kita belajar, bekerja, dan bermasyarakat dengan baik dan benar. Melalui majelis seperti ini kita dapat memperhatikan nasihat-nasihat dari para Ustadz, Guru, Dosen, yang seperti pada kesempatan ini disampaikan oleh Ustadz Yus Ibnu Yasin. Selanjutnya beliau berpesan kepada Mahasiswa, khususnya BEM STIE PENA hendaknya Unit Kegiatan Mahasiswa/UKM (Kerohanian, Penelitian, Pengabdian, Keolahragaan, Tari dan lain-lain) di sebuah Perguruan Tinggi harus diperhatikan, ditumbuhkembangkan sehingga atmosfir kehidupan kampus betul-betul terwujud. Disamping itu, proses pendidikan berorganisasi semacam ini menjadi bekal kalian semua untuk menjadi pribadi yang berkompeten, sehingga nantinya siap terjun di Masyarakat dengan berbagai tantangan dan harapan yang harus dihadapi. Selain itu Ketua STIE PENA juga mengajak seluruh civitas akademika untuk selalu berusaha mencegah penularan Covid-19, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak valid yang dapat berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Tausiyah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ustadz Yus Ibnu Yasin dalam memberikan tausiyah dan motivasinya menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW, merupakan manusia terpilih Allah SWT yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Sebagai manusia terpilih, Allah SWT menjaga Nabi dan Rasul dengan sifat yang baik agar menjadi contoh bagi para pengikutnya dan suri tauladan bagi manusia. Beliau menguraikan arti penting yang tersirat sifat wajib Nabi, Rosulullah Muhammad SAW dalam membangun peradaban suatu bangsa, dan tips bagaimana menjadi seorang pemimpin yang professional, yaitu tetap berpegang teguh meneladani pada 4 (empat) sifat wajibnya: As-Siddiq yang berarti selalu benar atau jujur. Rasul Allah SWT tidak pernah berbohong baik kepada Allah SWT ataupun kepada manusia. Semua perkataan yang terucap dari mulut Rasul selalu benar dan jujur. Al-Amanah yang berarti dapat dipercaya. Sifat Al-Amanah pada Rasul memiliki arti bahwa Rasul dapat dipercaya. Mulai dari perkataannya, hingga perbuatannya semua dapat dipercaya. At-Tabligh yang berarti menyampaikan wahyu Allah SWT. Semua wahyu yang diberikan oleh Allah SWT selalu Rasul sampaikan semuanya kepada umatnya. Tidak ada satu wahyu pun yang disembunyikannya.  “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Maidah: 67) Al-Fatanah atau yang berarti Rasul memiliki kecerdasan yang tinggi. Sifat ini wajib dimiliki oleh Rasul demi memerangi dan mengajak mereka yang masih enggan berjalan di jalan Allah SWT. Selain itu, dalam menyampaikan wahyu dari Allah SWT, Rasul membutuhkan strategi dan diplomasi, serta kemampuan khusus agar dapat diterima oleh kaumnya. Sifat ini tertulis dalam Alquran Surat Al-An’am ayat 83 yang  Artinya: “Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” Pesan dan Penutup Itulah empat sifat wajib Rasulullah Muhammad SAW yang patut kita jadikan teladan. Semoga kita bisa mencontoh sifat-sifat Rasul tersebut dan mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin. Acara diakhiri dengan doa, semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk, kekuatan dan kesehatan kepada kita dalam bekerja sesuai bidang tugas dan profesi masing-masing dan memperoleh hasil yang diridhoi Allah SWT untuk mewujudkan STIE Pelita Nusantara yang sejahtera, religius dan berkarakter.   Humas STIE PENA, Selasa 19 Oktober 2021, 11.30 WIB

STIE PENA MoU DENGAN CV. LAKSANA

WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA (MBKM) STIE PENA MoU DENGAN CV. LAKSANA   Mewujudkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka diantaranya adalah optimalisasi Mahasiswa dalam kegiatan magang. Program ini digulirkan karena adanya alasan bahwa, magang/praktik kerja dibutuhkan bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman kerja di industri atau dunia kerja. Harapan dari program magang yang cukup waktunya, akan menjadi bekal mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dsb), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dsb). Sementara industri mendapatkan talenta yang bila cocok nantinya bisa langsung di-recruit, sehingga mengurangi biaya recruitment dan training awal/induksi. Mahasiswa yang sudah mengenal tempat kerja tersebut akan lebih mantab dalam memasuki dunia kerja dan karirnya. Melalui kegiatan ini, permasalahan yang ada industri akan mengalir ke perguruan tinggi sehingga meng-update bahan ajar dan pembelajaran bagi dosen serta topik-topik riset di perguruan tinggi akan makin relevan. Program Magang merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Program Sarjana Manajemen dan Program Sarjana Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Nusantara (STIE PENA). Beberapa waktu yang lalu,  STIE Pelita Nusantara telah melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan CV. LAKSANA bertempat di Kantor CV. LAKSANA-Kabupaten Semarang, sebagai bentuk kesepakatan untuk saling bersinergi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta Penyelenggaraan Kurikulum MBKM (Merdeka Belajar–Kampus Merdeka) di STIE PENA. Penandatangan MoU dilakukan oleh Manager HRD & TRN CV. LAKSANA, Agung Ridho Cahyono, S.E., M.M. dengan Ketua STIE PENA, Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si. Turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, dari jajaran Pimpinan STIE PENA yaitu Wakil Ketua Bidang I dan III juga Kaprodi Manajemen dan Akuntansi. STIE PENA MoU DENGAN CV. LAKSANA Bertindak untuk dan atas nama CV.LAKSANA, Bapak Agung Ridho Cahyono, S.E., M.M., menjelaskan bahwa CV. LAKSANA sebagai Mitra STIE PENA berkomitmen untuk mendukung program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia khususnya bagi mahasiswa STIE PENA untuk dapat mengembangkan potensi dan kompetensinya. CV. LAKSANA siap membantu STIE PENA dalam mengembangkan serta meningkatkan kapabilitas dan kualitas mahasiswa dengan memberikan kesempatan magang di lini produksi maupun bidang yang sesuai sebagai bekal pengalaman kerja serta memperkaya wawasan praktikum yang saat ini menjadi prasyarat mutlak kebutuhan industri. Dr. Luhgiatno, menjelaskan Perjanjian Kerjasama  ini sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Penyelenggaraan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang memiliki ruang lingkup pelaksanaan pendidikan (magang kerja) dan penelitian, untuk jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan. Selaras dengan arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, penerapan kebijakan “Merdeka Belajar” akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan pengalaman lapangan untuk berkarir di masa yang akan datang.     Written by : Atik (Humas STIE PENA)

Keys to Succesful Family Business | Webinar

Keys to Succesful Family Business Diawal Tahun Akademik 2021/2022 STIE Pelita Nusantara (STIE PENA), menyelenggarakan Stadium Generale dengan tema “Keys to Succesful Family Business” pada hari Rabu tanggal 29 September 2021 melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh segenap civitas akademika STIE PENA, civitas Perguruan Tinggi lainnya, maupun umum, dan sungguh bersyukur partisipan peserta lebih dari 395 peserta.  Narasumber Ibu Dr. Dra. Hj. Istiatin, MM, beliau adalah Dosen yang saat ini menjabat sebagai Dekan FE, dan peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Batik Surakarta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk berbagi pengetahuan akan pentingnya keberadaan, dan kontribusi Family Business di Indonesia yang cukup signifikan, bahkan dapat dikatakan bahwa perusahaan keluarga merupakan salah satu penopang sektor perekonomian Indonesia. Permasalahannya adalah tantangan dalam mengelola perusahaan keluarga, telah menciptakan kompleksitas tersendiri sehingga diperlukan pengetahuan serta keterampilan yang memadai untuk mengelolanya. Webinar ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk menimba ilmu serta wahana sharing knowledge terkait manajerial Family Business. Dr. Luhgiatno, SE., MM., M.Si, selaku Ketua STIE PENA menyambut dengan baik, dan senang, karena antusias peserta sangat signifikan, semoga para peserta dapat mengikuti webinar ini dengan seksama dan betul-betul menjadi wahana diskusi, sharing knowledge yang membawa manafaat. Beliau sengaja mengetangahkan, mengangkat tema ini karena melihat permasalahan akan tantangan dalam mengelola perusahaan keluarga yang begitu kompleks sehingga diperlukan pengetahuan serta soft dan hard skill yang memadai dalam mengelolanya. Widaryanti, SE, Msi, Akt (Wakil Ketua I), moderatori jalannya webinar ini dengan menyampaikan prolog seputar perkembangan perusahaan keluarga yang ada di Indonesia, serta membacakan Curiculum Vitae (CV) dari Pemateri, Ibu DR. Hj. Istiatin. Beliau saat ini aktif mengajar dan mengabdi pada Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Islam Batik Surakarta. Pendidikan S1 diselesaikan di Universitas Brawijaya Malang, dan Gelar Magister Management diperolehnya dari STIE Mitra Indonesia Yogyakarta. Sedangkan Program Doktor Ilmu Business Management diraihnya di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. “Isu Sentral Family Business bahwa; Generasi Pertama Membangun, Generasi Kedua Menikmati, Generasi Ketiga Menghancurkan’. Benarkah demikian? Lalu bagaimana kiat perusahaan agar dapat bertahan, berkelanjutan dan berumur panjang?”, demikian Dr. Hj. Istiatin  membuka paparannya berjudul Sustainability Family Business. Berdasarkan pendapat para pakar atau peneliti, pernyataan isu sentral tersebut hanyalah mitos, tidak sepenuhnya benar. Ciri khas perusahaan keluarga adalah pengelolaan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Sehingga sukses sebuah kerajaan family business diukur dari bagaimana perusahaan mempersiapkan generasi penerusnya dan melalui proses alih generasi (suksesi) dengan baik. Poin utama suatu perusahaan keluarga adalah pentingnya sustainability and longevity. Ada 2 (dua) jenis bisnis keluarga, pertama adalah Family Own Enterprise (FOE) yaitu bisnis yang dimiliki oleh keluarga tapi dikelola profesional yang berasal dari luar lingkaran keluarga. Sedangkan yang kedua adalah Family Business Enterprise (FBE) yaitu bisnis yang anggota keluarganya memiliki dan mengelola bisnis terlibat dalam bisnis. Sinar Mas, Wings, Bakri, Semar, Lippo, Dan Riris, Sampoerna, Jamu Jago, adalah contoh perusahaan keluarga di Indonesia yang mampu bertahan sampai generasi ke-3 hingga ke-5. Sementara Nyonya Meneer menjadi contoh konkrit betapa kompleksitas permasalahan internal yang berkepanjangan maupun faktor eksternal perusahaan bisa menggoyangkan dan meruntuhkan kejayaan perusahaan. Lalu, bagaimana membangun bisnis keluarga yang profesinal dan profitable? Permasalahan muncul jika perusahaan makin besar adalah Growing Pains (‘tumbuh sakit’). Gejala Growing Pains yaitu tidak ada rencana suksesi yang matang, kekurangmampuan mengembangkan perencanaan strategis, kelemahan sistem operasional dan kontrol, serta masih berlakunya metode  ‘One Man Show’ dalam mengelola perusahaan disaat tantangan bisnis sudah semakin kompleks. Permasalahan yang dihadapi suatu perusahaan keluarga antara lain: tidak adanya pemisahan antara keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi keluarga. Posisi-posisi kunci dalam manajemen perusahaan dipegang oleh anggota inti keluarga. Struktur organisasi serta kontrol yang longgar dan tidak sehat, akibat campur tangan keluarga dalam manajemen, tidak jarang menjadi potensi munculnya konflik yang mengakibatkan perpecahan keluarga. Di samping itu, mengesampingkan kinerja dengan lebih mengedepankan hubungan baik dengan pemilik, sehingga tidak memandang SDM sebagai aset penting bagi keberlangsungan perusahaan. Disinilah perusahaan keluarga dianggap tidak profesional. Oleh karena itu tuntutan profesionalisasi family business menjadi keharusan agar perusahaan keluarga dapat survive. Profesionalisasi bisnis dapat diartikan sebagai suatu pendekatan yang didasarkan pada perencanaan dan pengontrolan pertumbuhan bisnis melalui penggunaan teknik-teknik strategi manajemen agar perusahaan tetap tumbuh, berkembang dan langgeng untuk jangka waktu panjang (sustainability and longevity). Peran pendiri atau generasi sebelumnya turut menjadi kunci keberhasilan perusahaan keluarga. Beri motivasi dan tumbuhkan minat calon suksesor lebih awal, pompa passion penerus dalam meneruskan bisnis keluarga, tumbuhkan jiwa kewirausahaan, bekali dengan pendidikan formal maupun non formal. Transfer core values family, mentality dan mindset dengan memberinya peran mulai dari yang kecil hingga besar, serta memberinya ruang untuk memiliki wewenang dan terlibat dalam pengambilan keputusan. Didik kompetensinya dengan ilmu yang memadai dan bentuk kepribadiannya agar memampukan dirinya untuk siap menjadi generasi pengganti yang profesional dan bertanggungjawab. Lebih lanjut Dr. Hj. Istiatin menyimpulkan bahwa faktor penentu keberhasilan profesinalisasi family business agar menghasilkan ‘kelanggengan’ family business adalah: Proses Suksesi dan Pola Monitoring; Peran Pendiri/Generasi sebelumnya; Penerus/Suksesor yang mumpuni; Sustainability Strategy yang dilanjutkan membuat terobosan bisnis baru “Kunci sukses membangun bisnis keluarga untuk tetap bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat adalah profesionalisasi perusahaan serta senantiasa mengikuti perubahan teknologi yang akan terus berkembang. Fleksibelitas, komunikasi, membalikkan masalah menjadi peluang serta harmonisasi, menjadi kiat sukses yang harus dilakukan saat ini agar tercapai sustainability and longevity dalam family business,” pesan Dr. Istatin sebelum menutup paparannya. YouTube Video: Keys to Succesful Family Business   Semarang, Rabu 29 September 2021 Written by : Atik (Humas STIE PENA)

MoU STIE PENA dengan PT. Mansgroup Mitra Ummat

Memorandum of Understanding (MoU) STIE Pelita Nusantara dengan PT. Mansgroup Mitra Ummat Upaya untuk meningkatkan kompetensi Lulusan di STIE Pelita Nusantara (STIE PENA) Semarang, dengan menyelaraskan belajar teori dengan praktik kerja langsung di dunia usaha/industri terus ditingkatkan kualitasnya.  Satu lagi mitra STIE Pelita Nusantara Semarang telah di gandeng. PT. Mansgroup Mitra Ummat di Semarang yang bergerak dalam bidang usaha service otomotif dan penjualan spare part mobil, telah dipilih untuk mitra kerjasama pada hari Rabu 29 September 2021. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) dilakukan oleh Ketua STIE Pelita Nusantara Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si. dengan Direktur PT. Mansgroup Mitra Ummat, Bapak Mansur di kantor PT. Mansgroup Mitra Ummat. Selanjutnya, keduanya sepakat untuk langsung merealisasikan pelaksanaan kegiatan kerjasama, diantaranya dengan penempatan mahasiswa untuk magang industri, rekruitmen calon karyawan dari alumni STIE PENA, fasilitasi penelitian bagi mahasiswa dan dosen STIE PENA, serta pengabdian kepada masyarakat secara bersama. Bapak Mansur dalam sambutannya  menyampaikan, bahwa usaha yang ditekuninya tidak semata berorientasi pada profit, akan tetapi sangat memperhatikan nilai-nilai sosial untuk peduli terhadap sesama. Mahasiswa yang magang (dari luar kota) tidak perlu biaya kost, tetapi disilahkan untuk bertempat di rumahnya yang sudah disediakan, juga ketika mendapatkan profit dari nilai kontrak kerjanya, beliau tetap menyisihkan sebagian profitnya untuk berbagi, begitu tandasnya. Disambut dengan baik, penuh antusias, serta apresiasi mendalam, dengan ucapan terimakasih atas perkenannya untuk bekerjasama oleh Ketua STIE PENA, Dr. Luhgiatno.   Semarang, Rabu 29 September 2021 Humas STIE Pelita Nusantara

VAKSINASI CIVITAS AKADEMIKA STIE PENA

STIE PELITA NUSANTARA (STIE PENA)  GANDENG DKK SEMARANG, DALAM PROGRAM LAYANAN VAKSINASI COVID-19 BAGI MAHASISWA   Program Layanan Vaksinasi Covid-19 masih terus dijalankan di Kota Semarang guna mempercepat capaian herd immunity di masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan dan beberapa sentral vaksinasi untuk melayani seluruh masyarakat memperoleh vaksin Covid-19. STIE PENA (STIE Pelita Nusantara) sebagai bagian dari masyarakat di Kota Semarang menyambut baik program Pemerintah tersebut dengan turut berpartisipasi mengikuti kegiatan Layanan Vaksinasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. Permenkes No. 18 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) serta kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mengijinkan pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) terbatas di Perguruan Tinggi (PT), dengan beberapa persyaratan. Syarat utama satuan pendidikan dapat melaksanakan sekolah atau kuliah tatap muka yaitu seluruh pengajar dan peserta didik sudah melakukan vaksinasi. Hal ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Peraturan dan ketentuan tersebut menjadi dasar STIE PENA mengajukan Permohonan ke Dinkes Kota Semarang untuk memperoleh Layanan Vaksinasi, bagi civitas akademiknya. Dinkes Kota Semarang mengabulkan permohonan tersebut dan memberikan jadwal vaksinasi bagi civitas akademik STIE PENA pada hari Kamis, 16 September 2021, pukul 10.00-12.00 WIB, bertempat di Sentra Vaksinasi Mall Tentrem, Jl. Gajah Mada No. 123, Semarang. Usaha percepatan vaksinasi bagi civitas akademik ini selaras dengan rencana STIE PENA untuk dapat melakukan perkuliahan tatap muka (PTM) pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022. Harapannya pada awal Oktober 2021 STIE PENA sudah memenuhi syarat dan ketentuan untuk melaksanakan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) terbatas dan tetap patuh terhadap PROKES. Salam sehat untuk kita semua.   Humas STIE PENA Semarang, 16-09-2021  

PKKMB 2021 STIE PENA

Semarang, Sabtu 4 September 2021 Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2021 STIE PENA (STIE PELITA NUSANTARA) SEMARANG, sukses diselengarakan pada hari Sabtu, 4 September 2021, di Ruang Aula Gedung A Kampus STIE PENA. Kegiatan dilaksanakan 1 (satu) hari secara blended (offline & online), diikuti oleh seluruh civitas akademika baik dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan para mahasiswa baru sebagai peserta PKKMB, serta BEM STIE PENA yang membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan dengan taat pada Prokes. Kegiatan PKKMB merupakan wahana bagi STIE PENA Semarang untuk memperkenalkan dan mempersiapkan para mahasiswa barunya dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan tinggi di STIE PENA. Program ini dilaksanakan sesuai panduan serta materi PKKMB 2021 yang dikeluarkan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sebagai pedoman pelaksanaan PKKMB 2021. Dengan mengangkat tema: “Utamakan Pendidikan & Karakter Mahasiswa, Implementasikan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”, program PKKMB 2021 ini dapat mengubah paradigma mahasiswa baru dari “belajar di perguruan tinggi” menjadi “kuliah untuk belajar”. Belajar berkarya atau bekerja di berbagai bidang, serta bermanfaat dan berkontribusi bagi masyarakat. Berbekal materi-materi yang disampaikan, diharapkan mahasiswa kelak akan menjadi alumni perguruan tinggi yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global. Acara juga berlangsung secara online (melalui media zoom meeting), dan live streaming yang dapat disaksikan melalui youtube. Upacara Pembukaan PKKMB 2021 dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian Mars dan Hymne STIE PENA, dengan penuh khitmat dan bersemangat. Ucapan selamat datang dan terima kasih disampaikan Ketua STIE PENA Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan. Dalam arahannya, beliau menekankan kepada para peserta untuk mengubah mindset bahwa cara pandang, berpikir dan berperilaku mahasiswa berbeda dengan siswa SMA/SMK/MA. Mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme yang tinggi. Searah dengan kebijakan MBKM yang dicanangkan pemerintah (Kemendikbudristek), kampus akan memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menuntut ilmu dan pengetahuan, mengembangkan jiwa kewirausahaan serta mempertajam kepekaan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat. Dengan melaksanakan program MBKM ini, STIE PENA diharapkan dapat lebih berwarna dan bermakna, mencetak talenta-talenta yang lahir sebagai “PELITA” di masa depan. Mengakhiri sambutannya, kepada para mahasiswa baru, Dr. Luhgiatno tak lupa memperkenalkan jajaran tenaga pendidik (dosen) STIE PENA. Pembukaan PKKMB 2021 sekaligus sebagai Acara penutupan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru STIE PENA 2021/2022, secara resmi dilakukan oleh Ketua STIE PENA, ditandai dengan mengenakan jas almamater kepada 2 orang perwakilan mahasiswa baru. Acara Pembukaan ditutup dengan doa bersama, dipimpin Bapak Mohklas, S.E., M.Si. Memasuki acara inti, kegiatan PKKMB 2021 STIE PENA, sesi pertama disampaikan materi pengenalan kampus (profile, sarana prasarana, struktur organisasi serta sekilas kegiatan kemahasiswaan) oleh Wakil Ketua II Bidang Sarana Prasarana & Keuangan Ibu Yuliati, S.E., M.M. Pada bagian ini, ditayangkan pula video/rekaman Sambutan dari Kemendikbudristek bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2022. Intinya Mas Menteri Nadiem Makariem menegaskan bahwa dengan mengimplementasikan program MBKM di perguruan tinggi, akan menjadikan mahasiswa memiliki kemerdekaan belajar dalam menuntut ilmu yang lebih luas. Berikutnya dari Wakil Ketua I Bidang Kurikulum Ibu Hj. Widaryanti, S.E., M.Si., CA. menyampaikan penjelasan umum terkait Kurikulum MBKM yang diselenggarakan di STIE PENA. Lebih lanjut Ibu Widaryanti juga memberikan penjelasan seputar akreditasi sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap kualitas institusi maupun program studi kepada suatu lembaga pendidikan. Untuk melengkapi paparan mengenai kurikulum, penjelasan mengenai materi pembelajaran selanjutnya secara berturut-turut disampaikan oleh Kaprodi Manajemen (Ibu Rudika Harminingtyas, S.E., M.M.) dan Kaprodi Akuntansi (Ibu Nurul Latifah Pancawardhani, S.E., M.M., M.Si.). Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Bapak Mohklas, S.E., M.Si., turut memberikan pembekalan dan memperkenalkan berbagai kegiatan kemahasiswaan di STIE PENA. “Tak kenal maka tak sayang” begitu kata beliau membuka paparannya. Maka, di dalam suatu komunitas, yang dalam hal ini kehidupan kampus, perlu interaksi, komunikasi secara aktif dan intensif sebagai bentuk pengembangan pembelajaran di Perguruan Tinggi. Bidang kemahasiswaan dan Humas/Kerjasama STIE PENA diantaranya memiliki tanggungjawab dalam melebarkan dan mempererat kerjasama dengan instansi terkait dan stakeholder Perguruan Tinggi, mengembangkan pembinaan mental dan spiritual serta jiwa kebangsaan; pengembangan minat, bakat, penalaran dan kreatifitas mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan; serta pemberdayaan alumni dan upaya penyelarasan/pengembangan karir para lulusan. Selain itu, kesempatan berbicara juga diberikan kepada unsur pelaksana akademik yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi di bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan juga penanggung jawab Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai kegiatan sistemik penjaminan mutu Pendidikan Tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan Pendidikan Tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Pada PKKMB 2021 ini, sebagaimana sambutan dari Kemendikbudristek, pembekalan materi bagi mahasiswa baru juga diberikan dalam bentuk tayangan rekaman/video dari para narasumber atau pemateri. Video yang ditayangkan adalah mengenai “bahaya terorisme” (sumber dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), kemudian tentang “bela negara” (sumber dari Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Keamanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan (Kemhan); serta video “etika bersosial media” (sumber: Kementrian Komunikasi dan Informasi). Muatan materi yang disampaikan sesuai panduan dari Dirjen Dikti, harapannya agar dapat menyiapkan para calon pemimpin masa depan bangsa ini selain memiliki kemampuan akademik yang tangguh (hardskills) juga terkembangkan aspek keterampilan kemanusiannya atau perilaku personal dan antar personalnya (softskills), serta keterampilan kepemimpinannya (leadership skill). Dan sebagai selingan, untuk mencairkan acara agar kegiatan sehari tersebut tidak membosankan, sekaligus sebagai sarana interaksi antar mahasiswa, BEM STIE PENA turut memberikan kuis ringan dengan hadiah yang menarik kepada peserta PKKMB, di sela-sela acara penyampaian materi. Written by : Atik (Humas STIE PENA)