STIE PENA MoU DENGAN CV. LAKSANA

WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA (MBKM) STIE PENA MoU DENGAN CV. LAKSANA   Mewujudkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka diantaranya adalah optimalisasi Mahasiswa dalam kegiatan magang. Program ini digulirkan karena adanya alasan bahwa, magang/praktik kerja dibutuhkan bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman kerja di industri atau dunia kerja. Harapan dari program magang yang cukup waktunya, akan menjadi bekal mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dsb), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dsb). Sementara industri mendapatkan talenta yang bila cocok nantinya bisa langsung di-recruit, sehingga mengurangi biaya recruitment dan training awal/induksi. Mahasiswa yang sudah mengenal tempat kerja tersebut akan lebih mantab dalam memasuki dunia kerja dan karirnya. Melalui kegiatan ini, permasalahan yang ada industri akan mengalir ke perguruan tinggi sehingga meng-update bahan ajar dan pembelajaran bagi dosen serta topik-topik riset di perguruan tinggi akan makin relevan. Program Magang merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Program Sarjana Manajemen dan Program Sarjana Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Nusantara (STIE PENA). Beberapa waktu yang lalu,  STIE Pelita Nusantara telah melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan CV. LAKSANA bertempat di Kantor CV. LAKSANA-Kabupaten Semarang, sebagai bentuk kesepakatan untuk saling bersinergi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta Penyelenggaraan Kurikulum MBKM (Merdeka Belajar–Kampus Merdeka) di STIE PENA. Penandatangan MoU dilakukan oleh Manager HRD & TRN CV. LAKSANA, Agung Ridho Cahyono, S.E., M.M. dengan Ketua STIE PENA, Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si. Turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, dari jajaran Pimpinan STIE PENA yaitu Wakil Ketua Bidang I dan III juga Kaprodi Manajemen dan Akuntansi. STIE PENA MoU DENGAN CV. LAKSANA Bertindak untuk dan atas nama CV.LAKSANA, Bapak Agung Ridho Cahyono, S.E., M.M., menjelaskan bahwa CV. LAKSANA sebagai Mitra STIE PENA berkomitmen untuk mendukung program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia khususnya bagi mahasiswa STIE PENA untuk dapat mengembangkan potensi dan kompetensinya. CV. LAKSANA siap membantu STIE PENA dalam mengembangkan serta meningkatkan kapabilitas dan kualitas mahasiswa dengan memberikan kesempatan magang di lini produksi maupun bidang yang sesuai sebagai bekal pengalaman kerja serta memperkaya wawasan praktikum yang saat ini menjadi prasyarat mutlak kebutuhan industri. Dr. Luhgiatno, menjelaskan Perjanjian Kerjasama  ini sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Penyelenggaraan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang memiliki ruang lingkup pelaksanaan pendidikan (magang kerja) dan penelitian, untuk jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan. Selaras dengan arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, penerapan kebijakan “Merdeka Belajar” akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan pengalaman lapangan untuk berkarir di masa yang akan datang.     Written by : Atik (Humas STIE PENA)

Keys to Succesful Family Business | Webinar

Keys to Succesful Family Business Diawal Tahun Akademik 2021/2022 STIE Pelita Nusantara (STIE PENA), menyelenggarakan Stadium Generale dengan tema “Keys to Succesful Family Business” pada hari Rabu tanggal 29 September 2021 melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh segenap civitas akademika STIE PENA, civitas Perguruan Tinggi lainnya, maupun umum, dan sungguh bersyukur partisipan peserta lebih dari 395 peserta.  Narasumber Ibu Dr. Dra. Hj. Istiatin, MM, beliau adalah Dosen yang saat ini menjabat sebagai Dekan FE, dan peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Batik Surakarta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk berbagi pengetahuan akan pentingnya keberadaan, dan kontribusi Family Business di Indonesia yang cukup signifikan, bahkan dapat dikatakan bahwa perusahaan keluarga merupakan salah satu penopang sektor perekonomian Indonesia. Permasalahannya adalah tantangan dalam mengelola perusahaan keluarga, telah menciptakan kompleksitas tersendiri sehingga diperlukan pengetahuan serta keterampilan yang memadai untuk mengelolanya. Webinar ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk menimba ilmu serta wahana sharing knowledge terkait manajerial Family Business. Dr. Luhgiatno, SE., MM., M.Si, selaku Ketua STIE PENA menyambut dengan baik, dan senang, karena antusias peserta sangat signifikan, semoga para peserta dapat mengikuti webinar ini dengan seksama dan betul-betul menjadi wahana diskusi, sharing knowledge yang membawa manafaat. Beliau sengaja mengetangahkan, mengangkat tema ini karena melihat permasalahan akan tantangan dalam mengelola perusahaan keluarga yang begitu kompleks sehingga diperlukan pengetahuan serta soft dan hard skill yang memadai dalam mengelolanya. Widaryanti, SE, Msi, Akt (Wakil Ketua I), moderatori jalannya webinar ini dengan menyampaikan prolog seputar perkembangan perusahaan keluarga yang ada di Indonesia, serta membacakan Curiculum Vitae (CV) dari Pemateri, Ibu DR. Hj. Istiatin. Beliau saat ini aktif mengajar dan mengabdi pada Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Islam Batik Surakarta. Pendidikan S1 diselesaikan di Universitas Brawijaya Malang, dan Gelar Magister Management diperolehnya dari STIE Mitra Indonesia Yogyakarta. Sedangkan Program Doktor Ilmu Business Management diraihnya di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. “Isu Sentral Family Business bahwa; Generasi Pertama Membangun, Generasi Kedua Menikmati, Generasi Ketiga Menghancurkan’. Benarkah demikian? Lalu bagaimana kiat perusahaan agar dapat bertahan, berkelanjutan dan berumur panjang?”, demikian Dr. Hj. Istiatin  membuka paparannya berjudul Sustainability Family Business. Berdasarkan pendapat para pakar atau peneliti, pernyataan isu sentral tersebut hanyalah mitos, tidak sepenuhnya benar. Ciri khas perusahaan keluarga adalah pengelolaan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Sehingga sukses sebuah kerajaan family business diukur dari bagaimana perusahaan mempersiapkan generasi penerusnya dan melalui proses alih generasi (suksesi) dengan baik. Poin utama suatu perusahaan keluarga adalah pentingnya sustainability and longevity. Ada 2 (dua) jenis bisnis keluarga, pertama adalah Family Own Enterprise (FOE) yaitu bisnis yang dimiliki oleh keluarga tapi dikelola profesional yang berasal dari luar lingkaran keluarga. Sedangkan yang kedua adalah Family Business Enterprise (FBE) yaitu bisnis yang anggota keluarganya memiliki dan mengelola bisnis terlibat dalam bisnis. Sinar Mas, Wings, Bakri, Semar, Lippo, Dan Riris, Sampoerna, Jamu Jago, adalah contoh perusahaan keluarga di Indonesia yang mampu bertahan sampai generasi ke-3 hingga ke-5. Sementara Nyonya Meneer menjadi contoh konkrit betapa kompleksitas permasalahan internal yang berkepanjangan maupun faktor eksternal perusahaan bisa menggoyangkan dan meruntuhkan kejayaan perusahaan. Lalu, bagaimana membangun bisnis keluarga yang profesinal dan profitable? Permasalahan muncul jika perusahaan makin besar adalah Growing Pains (‘tumbuh sakit’). Gejala Growing Pains yaitu tidak ada rencana suksesi yang matang, kekurangmampuan mengembangkan perencanaan strategis, kelemahan sistem operasional dan kontrol, serta masih berlakunya metode  ‘One Man Show’ dalam mengelola perusahaan disaat tantangan bisnis sudah semakin kompleks. Permasalahan yang dihadapi suatu perusahaan keluarga antara lain: tidak adanya pemisahan antara keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi keluarga. Posisi-posisi kunci dalam manajemen perusahaan dipegang oleh anggota inti keluarga. Struktur organisasi serta kontrol yang longgar dan tidak sehat, akibat campur tangan keluarga dalam manajemen, tidak jarang menjadi potensi munculnya konflik yang mengakibatkan perpecahan keluarga. Di samping itu, mengesampingkan kinerja dengan lebih mengedepankan hubungan baik dengan pemilik, sehingga tidak memandang SDM sebagai aset penting bagi keberlangsungan perusahaan. Disinilah perusahaan keluarga dianggap tidak profesional. Oleh karena itu tuntutan profesionalisasi family business menjadi keharusan agar perusahaan keluarga dapat survive. Profesionalisasi bisnis dapat diartikan sebagai suatu pendekatan yang didasarkan pada perencanaan dan pengontrolan pertumbuhan bisnis melalui penggunaan teknik-teknik strategi manajemen agar perusahaan tetap tumbuh, berkembang dan langgeng untuk jangka waktu panjang (sustainability and longevity). Peran pendiri atau generasi sebelumnya turut menjadi kunci keberhasilan perusahaan keluarga. Beri motivasi dan tumbuhkan minat calon suksesor lebih awal, pompa passion penerus dalam meneruskan bisnis keluarga, tumbuhkan jiwa kewirausahaan, bekali dengan pendidikan formal maupun non formal. Transfer core values family, mentality dan mindset dengan memberinya peran mulai dari yang kecil hingga besar, serta memberinya ruang untuk memiliki wewenang dan terlibat dalam pengambilan keputusan. Didik kompetensinya dengan ilmu yang memadai dan bentuk kepribadiannya agar memampukan dirinya untuk siap menjadi generasi pengganti yang profesional dan bertanggungjawab. Lebih lanjut Dr. Hj. Istiatin menyimpulkan bahwa faktor penentu keberhasilan profesinalisasi family business agar menghasilkan ‘kelanggengan’ family business adalah: Proses Suksesi dan Pola Monitoring; Peran Pendiri/Generasi sebelumnya; Penerus/Suksesor yang mumpuni; Sustainability Strategy yang dilanjutkan membuat terobosan bisnis baru “Kunci sukses membangun bisnis keluarga untuk tetap bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat adalah profesionalisasi perusahaan serta senantiasa mengikuti perubahan teknologi yang akan terus berkembang. Fleksibelitas, komunikasi, membalikkan masalah menjadi peluang serta harmonisasi, menjadi kiat sukses yang harus dilakukan saat ini agar tercapai sustainability and longevity dalam family business,” pesan Dr. Istatin sebelum menutup paparannya. YouTube Video: Keys to Succesful Family Business   Semarang, Rabu 29 September 2021 Written by : Atik (Humas STIE PENA)

MoU STIE PENA dengan PT. Mansgroup Mitra Ummat

Memorandum of Understanding (MoU) STIE Pelita Nusantara dengan PT. Mansgroup Mitra Ummat Upaya untuk meningkatkan kompetensi Lulusan di STIE Pelita Nusantara (STIE PENA) Semarang, dengan menyelaraskan belajar teori dengan praktik kerja langsung di dunia usaha/industri terus ditingkatkan kualitasnya.  Satu lagi mitra STIE Pelita Nusantara Semarang telah di gandeng. PT. Mansgroup Mitra Ummat di Semarang yang bergerak dalam bidang usaha service otomotif dan penjualan spare part mobil, telah dipilih untuk mitra kerjasama pada hari Rabu 29 September 2021. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) dilakukan oleh Ketua STIE Pelita Nusantara Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si. dengan Direktur PT. Mansgroup Mitra Ummat, Bapak Mansur di kantor PT. Mansgroup Mitra Ummat. Selanjutnya, keduanya sepakat untuk langsung merealisasikan pelaksanaan kegiatan kerjasama, diantaranya dengan penempatan mahasiswa untuk magang industri, rekruitmen calon karyawan dari alumni STIE PENA, fasilitasi penelitian bagi mahasiswa dan dosen STIE PENA, serta pengabdian kepada masyarakat secara bersama. Bapak Mansur dalam sambutannya  menyampaikan, bahwa usaha yang ditekuninya tidak semata berorientasi pada profit, akan tetapi sangat memperhatikan nilai-nilai sosial untuk peduli terhadap sesama. Mahasiswa yang magang (dari luar kota) tidak perlu biaya kost, tetapi disilahkan untuk bertempat di rumahnya yang sudah disediakan, juga ketika mendapatkan profit dari nilai kontrak kerjanya, beliau tetap menyisihkan sebagian profitnya untuk berbagi, begitu tandasnya. Disambut dengan baik, penuh antusias, serta apresiasi mendalam, dengan ucapan terimakasih atas perkenannya untuk bekerjasama oleh Ketua STIE PENA, Dr. Luhgiatno.   Semarang, Rabu 29 September 2021 Humas STIE Pelita Nusantara

VAKSINASI CIVITAS AKADEMIKA STIE PENA

STIE PELITA NUSANTARA (STIE PENA)  GANDENG DKK SEMARANG, DALAM PROGRAM LAYANAN VAKSINASI COVID-19 BAGI MAHASISWA   Program Layanan Vaksinasi Covid-19 masih terus dijalankan di Kota Semarang guna mempercepat capaian herd immunity di masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan dan beberapa sentral vaksinasi untuk melayani seluruh masyarakat memperoleh vaksin Covid-19. STIE PENA (STIE Pelita Nusantara) sebagai bagian dari masyarakat di Kota Semarang menyambut baik program Pemerintah tersebut dengan turut berpartisipasi mengikuti kegiatan Layanan Vaksinasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. Permenkes No. 18 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) serta kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mengijinkan pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) terbatas di Perguruan Tinggi (PT), dengan beberapa persyaratan. Syarat utama satuan pendidikan dapat melaksanakan sekolah atau kuliah tatap muka yaitu seluruh pengajar dan peserta didik sudah melakukan vaksinasi. Hal ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Peraturan dan ketentuan tersebut menjadi dasar STIE PENA mengajukan Permohonan ke Dinkes Kota Semarang untuk memperoleh Layanan Vaksinasi, bagi civitas akademiknya. Dinkes Kota Semarang mengabulkan permohonan tersebut dan memberikan jadwal vaksinasi bagi civitas akademik STIE PENA pada hari Kamis, 16 September 2021, pukul 10.00-12.00 WIB, bertempat di Sentra Vaksinasi Mall Tentrem, Jl. Gajah Mada No. 123, Semarang. Usaha percepatan vaksinasi bagi civitas akademik ini selaras dengan rencana STIE PENA untuk dapat melakukan perkuliahan tatap muka (PTM) pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022. Harapannya pada awal Oktober 2021 STIE PENA sudah memenuhi syarat dan ketentuan untuk melaksanakan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) terbatas dan tetap patuh terhadap PROKES. Salam sehat untuk kita semua.   Humas STIE PENA Semarang, 16-09-2021  

PKKMB 2021 STIE PENA

Semarang, Sabtu 4 September 2021 Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2021 STIE PENA (STIE PELITA NUSANTARA) SEMARANG, sukses diselengarakan pada hari Sabtu, 4 September 2021, di Ruang Aula Gedung A Kampus STIE PENA. Kegiatan dilaksanakan 1 (satu) hari secara blended (offline & online), diikuti oleh seluruh civitas akademika baik dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan para mahasiswa baru sebagai peserta PKKMB, serta BEM STIE PENA yang membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan dengan taat pada Prokes. Kegiatan PKKMB merupakan wahana bagi STIE PENA Semarang untuk memperkenalkan dan mempersiapkan para mahasiswa barunya dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan tinggi di STIE PENA. Program ini dilaksanakan sesuai panduan serta materi PKKMB 2021 yang dikeluarkan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sebagai pedoman pelaksanaan PKKMB 2021. Dengan mengangkat tema: “Utamakan Pendidikan & Karakter Mahasiswa, Implementasikan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”, program PKKMB 2021 ini dapat mengubah paradigma mahasiswa baru dari “belajar di perguruan tinggi” menjadi “kuliah untuk belajar”. Belajar berkarya atau bekerja di berbagai bidang, serta bermanfaat dan berkontribusi bagi masyarakat. Berbekal materi-materi yang disampaikan, diharapkan mahasiswa kelak akan menjadi alumni perguruan tinggi yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global. Acara juga berlangsung secara online (melalui media zoom meeting), dan live streaming yang dapat disaksikan melalui youtube. Upacara Pembukaan PKKMB 2021 dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian Mars dan Hymne STIE PENA, dengan penuh khitmat dan bersemangat. Ucapan selamat datang dan terima kasih disampaikan Ketua STIE PENA Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan. Dalam arahannya, beliau menekankan kepada para peserta untuk mengubah mindset bahwa cara pandang, berpikir dan berperilaku mahasiswa berbeda dengan siswa SMA/SMK/MA. Mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme yang tinggi. Searah dengan kebijakan MBKM yang dicanangkan pemerintah (Kemendikbudristek), kampus akan memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menuntut ilmu dan pengetahuan, mengembangkan jiwa kewirausahaan serta mempertajam kepekaan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat. Dengan melaksanakan program MBKM ini, STIE PENA diharapkan dapat lebih berwarna dan bermakna, mencetak talenta-talenta yang lahir sebagai “PELITA” di masa depan. Mengakhiri sambutannya, kepada para mahasiswa baru, Dr. Luhgiatno tak lupa memperkenalkan jajaran tenaga pendidik (dosen) STIE PENA. Pembukaan PKKMB 2021 sekaligus sebagai Acara penutupan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru STIE PENA 2021/2022, secara resmi dilakukan oleh Ketua STIE PENA, ditandai dengan mengenakan jas almamater kepada 2 orang perwakilan mahasiswa baru. Acara Pembukaan ditutup dengan doa bersama, dipimpin Bapak Mohklas, S.E., M.Si. Memasuki acara inti, kegiatan PKKMB 2021 STIE PENA, sesi pertama disampaikan materi pengenalan kampus (profile, sarana prasarana, struktur organisasi serta sekilas kegiatan kemahasiswaan) oleh Wakil Ketua II Bidang Sarana Prasarana & Keuangan Ibu Yuliati, S.E., M.M. Pada bagian ini, ditayangkan pula video/rekaman Sambutan dari Kemendikbudristek bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2022. Intinya Mas Menteri Nadiem Makariem menegaskan bahwa dengan mengimplementasikan program MBKM di perguruan tinggi, akan menjadikan mahasiswa memiliki kemerdekaan belajar dalam menuntut ilmu yang lebih luas. Berikutnya dari Wakil Ketua I Bidang Kurikulum Ibu Hj. Widaryanti, S.E., M.Si., CA. menyampaikan penjelasan umum terkait Kurikulum MBKM yang diselenggarakan di STIE PENA. Lebih lanjut Ibu Widaryanti juga memberikan penjelasan seputar akreditasi sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap kualitas institusi maupun program studi kepada suatu lembaga pendidikan. Untuk melengkapi paparan mengenai kurikulum, penjelasan mengenai materi pembelajaran selanjutnya secara berturut-turut disampaikan oleh Kaprodi Manajemen (Ibu Rudika Harminingtyas, S.E., M.M.) dan Kaprodi Akuntansi (Ibu Nurul Latifah Pancawardhani, S.E., M.M., M.Si.). Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Bapak Mohklas, S.E., M.Si., turut memberikan pembekalan dan memperkenalkan berbagai kegiatan kemahasiswaan di STIE PENA. “Tak kenal maka tak sayang” begitu kata beliau membuka paparannya. Maka, di dalam suatu komunitas, yang dalam hal ini kehidupan kampus, perlu interaksi, komunikasi secara aktif dan intensif sebagai bentuk pengembangan pembelajaran di Perguruan Tinggi. Bidang kemahasiswaan dan Humas/Kerjasama STIE PENA diantaranya memiliki tanggungjawab dalam melebarkan dan mempererat kerjasama dengan instansi terkait dan stakeholder Perguruan Tinggi, mengembangkan pembinaan mental dan spiritual serta jiwa kebangsaan; pengembangan minat, bakat, penalaran dan kreatifitas mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan; serta pemberdayaan alumni dan upaya penyelarasan/pengembangan karir para lulusan. Selain itu, kesempatan berbicara juga diberikan kepada unsur pelaksana akademik yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi di bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan juga penanggung jawab Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai kegiatan sistemik penjaminan mutu Pendidikan Tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan Pendidikan Tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Pada PKKMB 2021 ini, sebagaimana sambutan dari Kemendikbudristek, pembekalan materi bagi mahasiswa baru juga diberikan dalam bentuk tayangan rekaman/video dari para narasumber atau pemateri. Video yang ditayangkan adalah mengenai “bahaya terorisme” (sumber dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), kemudian tentang “bela negara” (sumber dari Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Keamanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan (Kemhan); serta video “etika bersosial media” (sumber: Kementrian Komunikasi dan Informasi). Muatan materi yang disampaikan sesuai panduan dari Dirjen Dikti, harapannya agar dapat menyiapkan para calon pemimpin masa depan bangsa ini selain memiliki kemampuan akademik yang tangguh (hardskills) juga terkembangkan aspek keterampilan kemanusiannya atau perilaku personal dan antar personalnya (softskills), serta keterampilan kepemimpinannya (leadership skill). Dan sebagai selingan, untuk mencairkan acara agar kegiatan sehari tersebut tidak membosankan, sekaligus sebagai sarana interaksi antar mahasiswa, BEM STIE PENA turut memberikan kuis ringan dengan hadiah yang menarik kepada peserta PKKMB, di sela-sela acara penyampaian materi. Written by : Atik (Humas STIE PENA)

Dies Natalis STIE PENA ke-21

Tepat tanggal 10 Agustus 2021, STIE Pelita Nusantara (STIE PENA) memasuki usia ke-21 tahun. Sudah cukup dewasa jika diibaratkan umur manusia demikian juga untuk Lembaga Pendidikan Tinggi. Oleh karenanya dalam peringatan Dies Natalis STIE PENA ke-21 ini mengangkat tema: ”Jump Begins at ’21”. Dengan visi “Menjadi perguruan tinggi unggul di Jawa Tengah yang mempunyai kemampuan prima dalam penerapan ilmu bisnis berbasis kewirausahaan tahun 2030” STIE PENA akan terus menerus berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas mulai dari sarana prasarana pendidikan, sumber daya manusia baik dosen maupun tenaga kependidikan untuk menghasilkan lulusan terbaik yang dibutuhkan masyarakat. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian Dies Natalis ini adalah: Lomba Pembuatan Video Pendek Tentang Profile STIE PENA; Sharing Session With Alumni (31 Juli 2021); Webinar Marketing Startegy (07 Agustus 2021); Berziarah (10 Agustus 2021); Tasyakuran & Doa Bersama (10 Agustus 2021), bertempat di Aula Lt-2 Gedung A STIE PENA, dengan prokes yang ketat. Ketua Panitia Ibu Panca Wahyuningsih, SE., M.Si, menyampaikan bahwa acara Dies Natalis tahun ini rangkaian kegiatannya tidak hanya yang bersifat akademis/ilmiah seperti Sharing Session With Alumni dan Seminar Nasional, namun tetap ada agenda penunjang seperti lomba pembuatan video pendek tentang Profile STIE PENA, berziarah, kegiatan alumni, doa bersama serta tasyakuran. Bapak Dr. Luhgiatno, SE., MM., M.Si sebagai Ketua STIE PENA beliau menyampaikan pesan dalam kata sambutannya; sangat berterimakasih kepada Ibu Dra. Hj. Tutik Rumiyatun, M.M. (Ketua Pengurus) Yayasan Pendidikan Nasional  Pelita Nusantara (YPN PN) beserta jajarannya, serta kepada Kepala SMK Pelita Nusantara 1 dan 2 beserta jajarannya yang selalu mensupport, membimbing, dan mengarahkan dalam mengelola Lembaga Pendidikan Tinggi. Permohonan maaf yang mendalam kepada semua stakeholder karena sampai dengan saat ini belum bisa melampaui target kinerja yang ditetapkan. Tetapi tetap optimis dan yakin dengan bekerja keras, cerdas dan ikhlas bersama tim yang solid, harapannya ke depan harus lebih baik dan dapat tumbuh berkembang, sebagaimana semangat dalam Dies ke-21 ”Jump Begins at ’21”. Di usia 21 tahun ini kita harus dapat bergerak cepat, melompat menuju yang lebih baik dan baik lagi. Acara Tasyakuran & Doa Bersama secara terbatas dalam aturan prokes hanya dihadiri oleh Ibu Hj. Dra. Tutik Rumiyatun, MM (Ketua Pengurus) YPN PN, Kepala SMK PN 1, dan 2, Bapak Ibu Dosen, dan Tenaga Kependidikan. Ketua Pengurus YPN PN memberikan arahan dan pesan-pesannya supaya kita tidak usah kecewa hari ini (Selasa, 10 Agustus 2021) yang mestinya libur bertepatan Hari Besar Islam 01 Muharram 1443 H, namun tetap masuk kerja. Hal ini karena mengindahkan SKB 3 Menteri (Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara), sebagai upaya untuk menghambat makin meningkatnya wabah covid-19, yang kemudian liburnya diganti pada hari Rabu, 11 Agustus 2021. Kita meski bersyukur dalam Dies Natalis-21, meskipun masih pandemi covid-19, tetapi dapat melaksanakan kegiatan yang padat dan penuh makna, lebih-lebih jika kita menghayati tema yang diangkat Jump Begins at ’21, “DENGAN BERGERAK CEPAT (MELOMPAT/JUMP) WUJUDKAN KEMAJUAN YANG BERLIPAT”. Dies Natalis identik dengan sebuah pengharapan. Harapannya dengan bertambah usia akan bertambah pula kedewasaannya, sukses, lebih dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, selalu meningkatkan kompetensi diri, saling sinergitas, dan kerjasama yang solid sehingga akan melahirkan ilmuwan akademis yang berkualitas.   Selamat Dies Natalis STIE PENA-21 STIE PENA, BISA, MAJU, JAYA. Aamiin   Humas STIE PENA Semarang, Selasa 10 Agsustus 2021

Digital Marketing In The Disruption Era

Digital Marketing In The Disruption Era. Sabtu, 7 Agustus 2021, rangkaian Dies Natalis Ke-21 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Nusantara (STIE PENA), menyelenggarakan Webinar Marketing Strategy dengan Narasumber Ibu Lina Salim, S.E., MBA., MA., Ph.d., akademisi Unika Atma Jaya Jakarta. Kegiatan terbuka untuk umum ini, diikuti oleh  internal civitas akademika STIE PENA dan dari civitas akademika Perguruan Tinggi (PT) lain. Ketua STIE PENA Semarang, Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., dalam sambutannya, sangat mengapresiasi para peserta webinar yang telah antusias untuk bergabung dalam webinar ini. Sungguh sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan Rahmat dan KaruniaNya sehingga bisa dipertemukan meskipun melalui zoom meeting/online. Tidak seperti biasanya ketika kita mau mengadakan seminar/workshop ada yang menjadi beban pemikiran kita dalam hal pembiayaan. Hikmah positif dibalik adanya wabah Covid-19 adalah kita tidak terlalu repot dalam persiapan seminar dengan pembiayaan yang tinggi baik bagi penyelenggara maupun bagi peserta, tetapi melalui zoom meeting/online kita bisa bersilaturrahmi dan berbagi ilmu pengetahuan maupun pengalaman dengan cara yang lebih praktis, efisien dan ekonomis. Kali ini kita mengangkat tema “Digital Marketing In The Disruption Era” hal ini guna menjawab tantangan di masa kini dan prospektif mendatang yang “all digital system”. Modetaror Bapak Untung Widodo, S.E., M.M. (dosen STIE PENA) menyampaikan CV dari Narasumber, Ibu Lina Salim. Ibu Lina Salim saat ini aktif mengajar di FEB Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, almamater tempat beliau menyelesaikan pendidikan S1. Gelar Master diperolehnya Tahun 1994 di University of Dallas, Texas dan Western Illinois University, Macomb, Illinois, USA. Sedangkan Program Doktor Ilmu Business Management diraihnya pada Agustus 2007, di Northern University of Malaysia. Mengangkat subtema “Digital Marketing, Millenials & Business”, ia menjelaskan mengenai era milenial dan generasi milenial. Kehidupan yang mengharuskan kita untuk terus bergerak maju dan beradaptasi dengan segala perubahan yang ada, memberikan pengaruh yang besar pada karakteristik generasi milenial. Itulah mengapa karakteristik milenial juga bisa dikatakan sangat berbeda dengan para orang tuanya yaitu generasi Baby Boomers. Teknologi membuat para generasi internet ini mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Mereka akrab dengan kebiasaan online retaillers, workplace and flexible worktime, nyaman dengan sistem workvacation, online shopping behavior and no cash. Dengan memiliki pengetahuan tinggi dalam menggunakan platform dan perangkat mobile, dunia seakan dalam genggaman. Bekerja tidak harus berada di kantor, bahkan waktu bekerja bisa dilakukan sambil berlibur. Perangkat mobile juga menjadi salah satu faktor paling signifikan terhadap perilaku untuk meneliti dan membeli beragam produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka cenderung mengikuti rekomendasi dari orang-orang yang mereka kenal atau berdasarkan ulasan atau informasi produk/layanan, tak ragu untuk bereksperimen dalam soal brand dan tidak ambil pusing dengan pandangan dan komentar orang lain. Perubahan yang cepat, menjadikan produk baru dengan siklus hidup pendek juga menjadi salah satu pemicu perubahan pola pikir milenial dalam mengkonsumsi suatu produk. Di sisi sosial dan komunikasi, perubahan dalam kehidupan milenial yang kini berorientasi digital ternyata dapat menumbuhkan energi positif untuk berwirausaha. Bermula dari sekedar hobi, banyak ragam yang bisa dijadikan peluang bisnis yang potensial, seperti kuliner (makanan/minuman sehat dan kekinian), jasa kecantikan (MUA), fotografi, jasa desain, youtuber, penerjemah, bahkan jasa laundry modern. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk dicermati agar bisnis senantiasa berkelanjutan, antara lain dengan memberikan informasi secara lengkap, penyampaiannya baik dan menarik bagi calon konsumen, memberi garansi, menciptakan hubungan baik serta jaga kepercayaan dari pelanggan. Jangan pernah lelah untuk berkreasi dan berinovasi yang positif. Selalu mencari tahu sedini mungkin apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen dari waktu ke waktu. Selalu belajar dan kuasai teknologi digital agar mampu mengembangkan bisnis dari berbagai model pemasaran, dan yang tidak kalah penting adalah kuatkan strategi komunikasi pemasaran dengan 3P, People, Process dan Physical Evidence, dalam kalimat penutup paparannya.   Selamat Dies Natalis STIE PENA-21, Semoga Semakin Sukses dan Jaya. “Jump Begins at ‘21”     Humas STIE PENA Semarang, Sabtu 07 Agustus 2021

Sharing Session with Alumni STIE PENA

Sharing Session With Alumni STIE PENA “ALUMNI MENGINSPIRASI”. Sabtu, 31 Juli 2021, Sharing Session With Alumni STIE PENA. Kegiatan yang mengangkat tema “ALUMNI MENGINSPIRASI” diikuti oleh civitas akademika STIE PENA Semarang termasuk alumninya. Acara diselenggarakan untuk mempererat jalinan silaturahmi dan persaudaraan dalam keluarga besar STIE PENA supaya senantiasa terjaga dengan baik, bersinergi dan saling berbagi secara berkesinambungan. Pengalaman para alumni, yang telah terjun di dunia kerja maupun dunia wirausaha dalam berbagai bidang, diharapkan dapat menjadi tauladan, memberikan motivasi serta menjadi contoh nyata bagaimana para sarjana ekonomi lulusan STIE PENA dapat diterima sangat baik dan bermanfaat di masyarakat.  Sebagaimana disampaikan oleh Ketua STIE PENA Semarang, Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., dalam sambutannya mengharapkan supaya pertemuan ini dapat menjadi ajang silaturrahmi/saresehan bersama untuk saling berbagi pengalaman, saling berdiskusi apa yang sudah didapat serta apa yang harus kita perbuat untuk kemajuan STIE PENA. Ditambahkan oleh Sdr. Wuwuh Dwi Taryanto, S.E., selaku Wakil Ketua Ikatan Alumni STIE PENA, yang mewakili Ketua Ikatan Alumni STIE PENA Sdr. Bambang Mulat Ariwibowo, S.E., menyampaikan bahwa forum ini sangat baik sekali untuk kita saling ketemu kangen, meskipun saat ini kita bertemuanya via online, tetapi jika nantinya sudah normal bisa langsung tatap muka, dan  berdiskusi, serta saling mensupport demi kemajuan kita bersama juga kampus tercinta kita (STIE PENA). Sharing Session With Alumni malam itu dipandu oleh Sdr. Mohklas, S.E., M.Si. (Dosen Pengajar STIE PENA) selaku Moderator. Narasumber yang dihadirkan dari kalangan pelaku usaha yaitu Sdri. Sulikah, S.E., M.M., Alumni Tahun 2014. Beliau merupakan owner BELVA CENTER sebuah lembaga kursus dan pelatihan tata busana, garment dan bordir, sekaligus trainer dan assesor yang handal. Di awal paparan, Sdri. Sulikah terlebih dahulu mengapresiasi kepercayaan dan kemitraan yang berkelanjutan antara STIE PENA dengan BELVA CENTER miliknya. Kemudian sebagai perkenalan sebelum memulai, ia tampilkan tayangan profil singkat BELVA CENTER mulai dari rekruitmen, seleksi, dan penyampaian teori serta praktek menjahit, membordir, pengepresan hingga pengepakan, praktek dan magang kerja hingga penempatan kerja di industri dan mitra kerja. Kiat suksesnya berwirausaha, antara lain: kuasai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik; disiplin dan bertanggungjawab; kenali pasar usaha; kenalkan usaha kita ke masyarakat dengan komitmen yang baik dalam proses serta hasilnya; bangun mitra sebanyak-banyaknya; serta menjaga dengan sungguh-sungguh kepercayaan yang diberikan oleh mitra maupun masyarakat luas. Pembicara selanjutnya yaitu Sdri. Puspita Handayani, S.E., M.Akt., narasumber dari kalangan akademisi, yang bekerja sebagai tenaga pengajar di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan. Dia melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi di STIE PENA selepas lulus dari SMK N1 Semarang tahun 2012. Dengan demikian berbeda dengan Sdri. Sulikah yang mengikuti perkuliahan sambil mengembangkan usahanya, Alumni Akuntansi STIE PENA tahun 2016 ini merasa STIE PENA sudah seperti rumah keduanya. Ilmu pengetahuan, bimbingan dan arahan dari para dosen di STIE PENA tidak terbatas pada saat kuliah saja bahkan sampai berlanjut hingga dia selesai studi Magister Akuntansi di UNDIP. Menurutnya tidak perlu berkecil hati, bahkan harus bangga menjadi lulusan STIE PENA, karena diluar sana alumni STIE PENA tidak kalah atau mampu bersaing dengan alumni-alumni dari PT Negeri maupun swasta lainnya, tergantung bagaimana kita menempatkan diri kita dengan baik dalam membawa nama baik almamater. Saat ini, selain mengajar, sebagai pengembangan sayap di dunia wirausaha, Sdri. Puspita juga telah merintis bisnis dekorasi di kota Semarang. Prinsipnya, sebagai seorang sarjana, jangan berfokus hanya ingin menjadi karyawan di suatu instansi atau bekerja dengan orang lain, namun harus berani mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan membangun bisnis atau usaha untuk membuka lapangan kerja bagi orang lain. Kuliah di STIE PENA, selain mencari ilmu akan sangat berguna untuk memperluas wawasan, juga memperbanyak teman/relasi. Alumni STIE PENA hendaknya serius dalam merintis dan mengembangkan usaha. Intinya, bukan dimana kita belajar, namun bagaimana kita mau belajar, kata Ibu Puspita menutup sharing-nya malam itu.  Tidak hanya terbatas mendengarkan kisah dan kiprah dari kedua narasumber, untuk lebih mengakrabkan suasana meski terbatas di depan layar monitor masing-masing, Moderator juga memberi ruang kepada para alumni yang lain untuk membagi pengalamannya. Arther E. Samuel, S.E., alumni prodi manajemen yang kini menjadi ASN di Kalimantan, menyampaikan bahwa kuliah di STIE PENA sangat membantunya dalam mengimplementasikan ilmu di dunia kerja. Setuju dengan pendapat Sdri. Puspita Handayani, dengan bekal kuliah di STIE PENA, ia bisa lebih membuka diri, mempengaruhi pola pikirnya dalam koridor keilmuan serta menjalin teman dan relasi sebanyak-banyaknya untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif. Turut hadir pula sebagai alumni STIE PENA, Ibu Endang Sri Wahyuni, S.E. (Lurah Gayamsari-Semarang), berawal dari seorang wirausaha, perjalanan karirnya saat ini sampai menjadi abdi negara yang dipercaya memimpin wilayah Kelurahan Gayamsari. Beliau menyampaikan bahwa penting bagi STIE PENA untuk mempunyai sejenis UMKM atau business center sebagai wadah untuk lebih memperkenalkan STIE PENA ke masyarakat luas. Alumni STIE PENA tahun 2007, Pebruono, S.E., M.M., turut berbagi kisahnya. Bergabung dan menjadi mahasiswa STIE PENA prodi manajemen pada tahun 2004, diusianya yang ke-37, tidak menyurutkan cita-citanya untuk menyelesaikan pendidikan S1. Perjalanan karirnya di dunia perbankan dimulai sejak masih menjadi mahasiswa semester VII. Setelah lulus kuliah, Sdr. Pebruono melanjutkan studi ke jenjang S2. Karirnya sebagai Direktur di salah satu BPR ternama di Ambarawa selama 10 tahun (2007-2017) membawanya menduduki jabatan Direktur Utama BPR RUDO Semarang, sejak tahun 2018 hingga sekarang. Di akhir kisahnya, Sdr. Pebruono menambahkan bahwa BPR RUDO siap menjadi mitra bagi STIE PENA, dan bersama para alumni yang lain siap bersinergi membangun kerjasama agar STIE PENA dikenal luas di masyarakat. Selain itu sesi tanya jawab juga dibuka bagi adik-adik mahasiswa aktif yang ingin bertanya kepada para senior-seniornya. Di akhir sesi berbagi dengan alumni, sebagai penutup Sdr. Mohklas selaku moderator menyimpulkan; “Bukan dimana kita belajar, tapi bagaimana kita belajar”.  “Ilmu yang kita miliki akan sia-sia jika tidak diaplikasikan atau didharmabaktikan kepada masyarakat, karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya” begitu tandasnya.   Selamat Dies Natalis ke-21 STIE PENA Jump Begins at ‘21 Humas STIE PENA-31 Juli 2021

PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) STIE PELITA NUSANTARA DENGAN STAKEHOLDER Semarang, Selasa, 06 juli 2021 STIE Pelita Nusantara menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan Stakeholder secara virtual. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Para pakar dan perwakilan dari stakeholder dilibatkan dalam FGD ini. Kegiaatan dimulai dengan kata sambutan dari Ketua STIE Pelita Nusantara (Dr. Luhgiatno, SE., MM., M.Si), untuk menyampaikan ucapan terimakasih yang mendalam atas partisipasi dari peserta. Selanjutnya beliau menyampaikan akan pentingnya pengembangan kurikulum MBKM ini maka kepada semua peserta untuk dapat memberikan saran masukannya. Dasar pemikiran pelaksanaan kegiatan FGD dalam merumuskan kurikulum ini untuk mengakomodir semua kepentingan stakeholder serta menyiapkan lulusan yang kompeten diera Revousi Industri 4.0 dan society 5.0. Berikutnya paparan draft Kurikulum MBKM STIE Pelita Nusantara, disampaikan oleh Ibu Widaryanti, SE., M.Si., Akt., CA. selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik. Dilanjutkan menampung saran dan masukan dari peserta FGD dimulai dari YPN Pelita Nusantara (sebagai Badan Penyelenggara STIE PENA Semarang), akademisi, praktisi, DU/DI, alumni, dan Dosen STIE Pelita Nusantara. Ibu Dra. Hj. Tutik Rumiyatun, M.M., selaku Ketua Pengurus YPN Pelita Nusantara, dalam arahannya, beliau berpesan hendaknya dalam penyusunan Kurikulum MBKM ini tetap memperhatikan implementasi Visi dan Misi dari Yayasan yaitu: “Mendidik Insan yang Pancasilais, dan Menumbuh kembangkan Ekonomi Nasional berazaskan Kegotongroyongan”. Hadir pula pada FGD ini yaitu: Ibu Prof. Dr. Dra. Emiliana Sri Pudjiarti, M.Si  dari UNTAG Semarang; Ibu Lina Salim, SE., MBA, MA, PhD dari Unika Atma Jaya Jakarta. Bapak Dr. Edy Supriyono, SE., M.Si, AK., CA., Ketua ADAI Jawa Tengah dan sekaligus Dosen FEB UNS; Bapak  Dr. Totok Dewayanto, S.E., M.Si., Ak., CA. dari FEB UNDIP; Ibu Dr. Dra Hj. Istiatin, MM, dan Ibu Riana Rachmawati Dewi, SE., M.Si, Ak, CA dari FEB UNIBA Surakarta; Bapak H. Lustono, S.Pd., M.M., dan Ibu Siti Maesaroh, S.IP., M.M., dari STIE Taman Siswa Banjarnegara; Ibu Rudika Harminingtyas, S.E., M.M. dari ASMI Santa Anna; Ibu Triani Prasetyowati, S.E., M.M. dari PT. Citra Prasasti Konsorindo Cabang Semarang; Ibu Sulikhah, S.E., M.M., dari Belva Bisnis Center Demak; Bapak Drs. Sugiarto, SE., M.Si., dari KAP Darsono dan Budi Cahyo Santoso. Bapak Sofyan Aji, S.E., M.Si., dari KJA Sofyan Aji; Dosen dan Tendik STIE Pelita Nusantara; Perwakilan Alumni dan Perwakilan Mahasiswa. Widaryanti, yang aktif memandu jalannya FGD ini menyatakan bahwa Program S1 Manajemen dan S1 Akuntansi STIE PENA Semarang, perlu melakukan breakthrough terhadap perkembangan kurikulum MBKM. Hal ini untuk pemenuhan terhadap kebutuhan masyarakat di masa depan serta mengakomodir perubahan lanskap bisnis karena disrupsi revolusi industri 4.0.  Oleh karenanya selesai FGD ini seluruh Dosen dan Tendik segera kembali berkumpul berdiskusi dan merumuskan hasil FGD untuk penyempurnaan draff kurikulum MBKM STIE PENA Semarang.   Humas-STIE Pelita Nusantara Selasa, 06 Juli 2021  

Halal bi Halal 1442 H – STIE PENA

SILATURAHMI & HALAL BI HALAL 1442 H, SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI DIRI Meskipun saat ini sudah masuk pada tanggal 04 Dzul Qaidah 1442, ini artinya sudah cukup lama pada hari Raya Idul Fitri 01 Syawal 1442 H, namun civitas akademika BEM STIE PENA – STIE Pelita Nusantara Semarang, belum lama ini menyelenggarakan Halal bi Halal secara sederhana di kampus (Gedung A – R.201), Jalan Slamet Riyadi No. 40 Semarang dengan aturan Prokes yang ketat. Acara ini dihadiri oleh  Sekretaris YPN Pelita Nusantara, Bapak Diyatno, B.A, dan Ketua beserta Pejabat struktural STIE Pelita Nusantara, perwakilan Dosen, perwakilan Tenaga Kependidikan, serta sebagian anggota BEM. Ketua STIE Pelita Nusantara (Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si.) dalam arahannya memberikan dukungan kepada seluruh civitas akademika dan keluarga besar STIE Pelita Nusantara agar tetap berfokus dalam melakukan pengembangan dunia pendidikan melalui inovasi, kreatifitas, dan karya-karya yang nyata sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Hal ini dikarenakan lingkup pendidikan sudah mulai diperhadapkan dengan berbagai tantangan dalam kenormalan baru supaya kita selalu berfikir cerdas dan bekerja keras serta iklas untuk kesejahteraan bersama. Kegiatan bersilaturahmi ini adalah salah satu sarana komunikasi antar personal dalam suatu organisasi untuk kita terus bersatu memajukan dunia pendidikan (sebagai tugas panggilan kita) hingga bisa menjadikan kampus kita dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Sekretaris YPN Pelita Nusantara, memberikan arahanya terkait bagaimana semakin ke depan, kita harus menjadi manusia yang berkompeten, cerdas spiritual, intelektual dan emosional sehingga betul-betul dapat menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama. Tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Mohklas, S.E., M.Si., memberikan pemahaman tentang bagaimana kita harus selalu menyambung tali silaturrahmi, mau memberi dan meminta maaf, ikhlas dalam menjalani kehidupan. Beliau kembali mengingatkan supaya jangan hanya ketika bulan Ramadhan kita rajin beribadah, namun harus semakin ditingkatkan usai bulan Ramadhan. Lebih dari itu Beliau juga berpesan kepada Mahasiswa khususnya perwakilan anggota BEM untuk menjadi virus penyebar kebaikan, karena sebagai generasi penerus bangsa, maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan supaya menjadi: Generasi muda yang berkualitas/kompetensi (cerdas spiritual, intelektual dan emosional), Generasi muda yang berkarakter (berakhlaqul karimah, kreatif, inovatif, produktif, dinamis, pekerja keras, cerdas, suka berkorban, ramah, empati, dan mau menerima kritikan/masukan), Generasi muda yang profesional (memiliki rasa kebangsaan yang tinggi, mampu membangun pola pikir maju, menunjukkan kreatifitas yang baik, Generasi muda sebagai aset bangsa (optimalisasi potensi diri, good leardership, dan selalu berkarya dengan hasil terbaik. Sebagai penutup Beliau menuturkan: “LIFE IS EASY, BUT NOT SIMPLE”. Created by. Humas STIE Pena – Selasa, 15 Juni 2021