PELATIHAN & UJIAN BREVET PAJAK A & B TAHUN 2022

MoU STIE PELITA NUSANTARA dengan TAX TRAINING CENTER (TTC) PELATIHAN & UJIAN BREVET PAJAK A & B BAGI MAHASISWA STIE PELITA NUSANTARA TAHUN 2022 “Masa Depan adalah Untaian Hari Ini” STIE Pelita Nusantara (STIE PENA) Semarang menyelenggarakan Penandatanganan MoU dengan Tax Training Center (TTC) yang dilanjutkan dengan kegiatan Pelatihan & Ujian Brevet Pajak A dan B, hal ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi bagi Mahasiswa lulusan STIE PENA. Kegiatan ini bertujuan agar Mahasiswa khususnya Program Studi Akuntansi mendapatkan bekal yang memadai akan pengetahuan, keterampilan pajak. Harapannya ketika mereka nantinya terjun di dunia usaha/industri sudah ada kesiapan, persiapan, dan siap. Pelatihan ini dilaksanakan secara Daring dan Luring terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Link and match Perguruan Tinggi dengan dunia usaha/industri (DUDI) harus dibangun dengan baik. Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi yang bisa dilakukan di antaranya magang/praktik kerja di dunia usaha/industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat, dan pengadakan berbagai pelatihan yang mendukungnya. Merujuk pada pengaturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 5 Nomor 81 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa lulus pendidikan tinggi berhak mendapat ijazah yang merupakan pengakuan atas program pendidikan yang telah diselesaikannya dimana ijazah yang diberikan tersebut sekurang-kurangnya dilengkapi dengan transkip akademik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Mengingat peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) tersubut di atas, dan akan pentingnya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), maka pada hari Senin (17/1/2022) dalam program pengembangkan kompetensi mahasiswa khusus pengetahuan pajak. Dimana pada hari tersebut kedua belah pihak antara STIE PENA dengan TTC menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), untuk bekerjasama dalam bidang peningkatan kompetensi Mahasiswa, dan penerbitan SKPI. Dalam kesempatan tersebut Ketua STIE PENA Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., menyampaikan pesan-pesannya pada peserta pelatihan pajak ini akan pentingnya kompetensi bagi mahasiswa dan regulasi pemerintah (Permendikbud), maka ikutilah program ini dengan seksama, fokus selama kurang lebih 3 (tiga) pekan yang terhitung mulai hari ini (Senin, 17 Januari 2022), dan dengan tetap optimis bahwa apa yang kalian semua perjuangkan ini (pengetahuan dan keterampilan pajak), adalah sebagai nilai-nilai positif yang nantinya saat terjun langsung di dunia usaha, atau berwirausaha. Penandatangan MoU dalam jangka waktu 1 (satu) tahun antara STIE PENA dan TTC, dimana Kampus PENA dapat digunakan sebagai Tempat Pelatihan & Ujian Brevet Pajak dengan Instruktur dari TTC. Mahasiswa yang lulus ujian diharapkan lebih siap terjun di dunia industri maupun menjadi profesional, bergabung dengan konsultan pajak membantu pelaporan dan perpajakan klien. Pelatihan ini semakin memperkuat kerjasama simbiosis mutualisme antara Kampus-Profesional Perpajakan, dan Industri sehingga lebih berkontribusi terhadap kemajuan sistem perpajakan di Indonesia. Selamat Berlatih, Semoga Sukses Selalu Menyertai Kita Semua. Aamiin. Semarang, 18 Februari 2022 Humas STIE PENA (Mohklas)
WORKSHOP AUDIT MUTU INTERNAL PERGURUAN TINGGI

STIE PELITA NUSANTARA (STIE PENA) DALAM KEGIATAN WORKSHOP AUDIT MUTU INTERNAL PERGURUAN TINGGI “Menyiapkan Auditor Berkualitas & Berkompeten Dalam Mengawal Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi” Persoalan mutu sudah lama menjadi perhatian bagi Perguruan Tinggi. Upaya peningkatannya harus terus menerus dilakukan. Sejak tanggal 16 Mei 2005 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), dan pada pasal (4) PP tersebut dijelaskan bahwa SNP bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional. Sejalan dengan itu pemenuhan SNP oleh perguruan tinggi akan berarti jika perguruan tinggi tersebut menjamin mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya. Lima Tahapan dalam Manajemen SPMI meliputi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi Pelaksanaan, Pengendalian Pelaksanaan dan Peningkatan Standar Perguruan Tinggi). Di salah satu siklus PPEPP tersebut dilakukan evaluasi dengan cara Audit Mutu Internal (AMI). Audit Mutu Internal (AMI) merupakan kegiatan audit berkala yang tak terpisahkan dari pelaksanaan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi. Kegiatan Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) Perguruan Tinggi, diselenggarakan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Auditor yang terlatih, terampil dan berkualitas serta mampu dan kompeten mengawal siklus SPMI Unit Kerja/Program Studi di Perguruan Tinggi. Auditor haruslah seseorang yang memiliki kompetensi bidang AMI. Ini salah satunya dapat dibuktikan dengan memiliki sertifikat sebagai auditor. Penugasannya dengan dikeluarkannya surat keputusan/pengangkatan sebagai Auditor dari pimpinan Perguruan Tinggi. Terkait dengan usaha pemenuhan kebutuhan auditor di Perguruan Tinggi maka Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) STIE PENA mengadakan pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) Perguruan Tinggi. Pelatihan yang digagas oleh LPMI STIE PENA ini dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 8-9 Februari 2022, di Hotel Dalu Majapahit-Semarang. Acara ini diikuti oleh calon auditor internal dari STIE PENA, Program D4 Akuntansi Pajak UNDIP, UNDIP PSDKU Batang, STIE YPPI Rembang, STIE Taman Siswa Banjarnegara, STIE BPD Jateng, STIE Widya Manggala Semarang, dan Universitas An Nuur Purwodadi, yang seluruhnya berjumlah 26 peserta. Pelatihan dibuka oleh Dr. Luhgiatno, SE, MM, MSi, Ketua STIE PENA, selaku koordinator penyelenggara kegiatan. Dalam sambutannya beliau berharap agar kegiatan yang diselenggarakan secara gotong royong bersama rekan-rekan perguruan tinggi lain ini, mampu memfasilitasi pemenuhan kebutuhan auditor-auditor yang handal dengan kualifikasi dan kompetensi yang baik sebagai auditor di lingkungan perguruan tinggi masing-masing. Pelatihan AMI-PT kali ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Heri Prabowo, SE, MM melalui Lembaga Pelatihan “KARAKTER” (Research, Development, and Training Program) yang dipimpinnya. Selama pelaksanaan pelatihan yang berlangsung secara tatap muka, seluruh peserta yang hadir tetap menerapkan dan mematuhi standar protokol kesehatan. Pelatihan secara garis besar dibagi 2 (dua) sesi, pertama yaitu penyampaian serta tanya jawab seputar materi, kedua praktik simulasi AMI. Dr. Hery Prabowo mengawali penyampaian materi dengan menjelaskan pengertian, tujuan dan manfaat AMI. Lebih lanjut materi pelatihan auditor yang diberikan berturut-turut adalah mengenai evaluasi diri, perencanaan AMI, pelaksanaan AMI, laporan AMI, rapat tinjauan manajemen, serta strategi pengembangan implementasi AMI. Selain paparan dan pemberian materi pelatihan, pemberian tugas dan praktik simulasi AMI melengkapi rangkaian kegiatan pelatihan AMI-PT. Hal ini dimaksudkan agar para peserta tidak hanya memahami proses audit tetapi juga mampu untuk melakukan audit. Kegiatan berakhir dan ditutup oleh Dr. Luhgiatno, SE, MM, MSi pada hari Rabu, 9 Februari 2022. STIE PENA berencana untuk menyelenggarakan pelatihan calon auditor serupa secara bertahap, hingga seluruh dosen tetap STIE PENA bersertifikat sebagai Auditor, memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan Audit Mutu Internal secara profesional, independent dan objektif. Written by : HUMAS STIE PENA
Seminar Ilmiah: Spirit Kewirausahaan untuk Entrepreneur

Seminar Ilmiah “Spirit Kewirausahaan untuk Entrepreneur Pemula, Kecil dan Menengah” Pertumbuhan wirausahawan-wirausahawan muda sekarang ini tidak terlepas dari percepatan penguasaan teknologi informasi dalam dunia usaha yang sebagian besar dikuasai oleh anak-anak muda. Fenomena ini muncul sebagai upaya menghadapi era persaingan yang ketat dalam menggapai lapangan pekerjaan. Ketersediaan lapangan pekerjaan tidak seimbang dengan populasi penduduk usia produktif (angkatan kerja). Oleh karena itu menjadi hal yang tepat jika generasi muda sejak dini ditanamkan dan dibekali dengan kemandirian, keberanian untuk merubah mindset dari sekedar pencari kerja menjadi pelaku usaha. Menjadi seorang pelaku usaha, terlebih bagi para pemula, tidak jarang muncul berbagai pertanyaan dan keraguan terhadap kemampuan diri pada saat memutuskan terjun di dunia usaha. Hal inilah kemudian menjadi pemikiran STIE PENA Semarang, untuk menggelar seminar ilmiah bagi para generasi mudanya, guna membuka pikiran, memperluas wawasan dan menumbuhkan keyakinan serta keberanian untuk memulai langkahnya menjadi seorang entrepreneur (wirausahawan). Rabu, 19 Januari 2022, bertempat di Aula Gedung A kampus STIE PENA, mengangkat tema SPIRIT KEWIRAUSAHAAN, UNTUK ENTREPRENEUR PEMULA, KECIL DAN MENENGAH, hadir sebagai narasumber adalah Dr. Yuni Hastutiningsih, M.Kes., seorang pengusaha sukses, pembicara dan motivator bagi entrepreneur muda di berbagai seminar. Selain diikuti oleh para mahasiswanya, dalam kesempatan ini STIE PENA juga mengundang adik-adik perwakilan siswa dan siswi MAN 1, MAN 2, SMK Pelita Nusantara 1 dan SMK Pelita Nusantara 2, Semarang. Dr. Luhgiatno, SE, MM, MSi., Ketua STIE PENA, dalam sambutannya, berharap agar para peserta seminar dapat mengimplikasikan ilmu yang diperoleh, menumbuhkan jiwa usaha dalam dirinya, berani menghadapi tantangan sehingga ke depan tangguh dan sukses menjadi pengusaha yang handal. Selanjutnya, Bapak Untung Widodo, SE, MM (dosen STIE PENA) selaku Moderator, membuka acara inti seminar, dan membacakan CV Ibu Dr. Yuni Hastutiningsih. “Apa itu Wirausaha?” Wirausaha adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sehingga kewirausahaan merupakan sebuah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapinya, demikian Dr.Yuni memulai paparannya. Dari berbagai teori dapat dikatakan bahwa entrepreneur adalah sebagai orang yang mempekerjakan dirinya sendiri untuk menciptakan sesuatu, menghargai dan melemparnya ke pasar, dengan keyakinan kuat dan keberanian menghadapi ketidakpastian atau risiko atas perwujudan ide dan inovasinya tersebut. Keunggulan seorang entrepreneur, diantaranya: ia akan bekerja/melakukan apa yang disukai/diinginkan, ia menjadi ‘boss’/pemimpin (minimal untuk dirinya sendiri), ia berhak memilih bekerja dengan orang-orang yang ia kehendaki, serta bebas mengatur schedule dan menentukan rule kerjanya. Ketakutan untuk mencoba, tidak yakin atau ragu untuk melangkah, menjadi kendala utama bagi sebagian orang yang akan memasuki dunia usaha. Belum lagi rasa malu tidak dipedulikan orang, malu jika gagal, takut akan resiko usaha yang mungkin terjadi, sampai kemungkinan adanya halangan atau tentangan dari keluarga dekat. Hal-hal tersebut kadang menjadi penyebab seseorang pesimis dan menunda-nunda untuk berwirausaha. Oleh karenanya, untuk membangun usaha atau bisnisnya dan menjadi entrepereneur, sebagai langkah awal seseorang terlebih dahulu harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di dalam diri dan harus terjun langsung merintis dan membangun usaha atau bisnisnya. Pertanyaan berikutnya,“Lalu bagaimana cara membangun jiwa kewirausahaan?” 10 Spirit Kewirausahaan Menyampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, disertai dengan contoh-contoh yang relevan, Dr.Yuni menjelaskan terdapat 10 (sepuluh) spirit kewirausahaan yang harus dimiliki khususnya bagi para entrepreneur pemula, kecil dan menengah. Dengan niat, tekad kuat dan keyakinan, yang menjadi pondasi dasar yang harus ditanamkan untuk membangun sebuah usaha, seorang akan menantang dirinya sendiri untuk tidak lelah belajar dan terus belajar lebih banyak dalam perjalanan usahanya; Mampu menghadapi berbagai rintangan, tantangan dan mengambil risiko, tidak menyesali kegagalan namun justru menjadikan kegagalan sebagai cambuk untuk bangkit, mencoba dan mencoba lagi; Mengatasi rasa takut/pesimis memang tidak mudah, namun tetap harus dilakukan; Tidak berhenti pada rencana dan angan-angan semata, perbanyak tindakan dan mulai wujudkan ide dan inovasi, karena kesuksesan hanya datang melalui aksi; Tidak ada kesuksesan yang instan, segalanya butuh proses, dan semua orang berawal dari pemula; Kelola energi dengan bijak, karena energi akan membatasi apa yang dapat dilakukan dengan berjalannya waktu; Temukan orang-orang yang baik, bergaul dan belajar dengan mereka-mereka yang sudah menjadi seperti yang kita inginkan; Memberi lebih dari yang diharapkan, sebagai upaya untuk mendapatkan perhatian dan membangun ‘barisan’ pelanggan yang setia; Berani menampilkan ide dan inovasi yang berbeda, jangan mudah menyerah di awal, tunjukkan sisi unik dan menarik yang membedakan dengan orang lain; “So, what are you waiting for? Ready to start being an entrepreneur?” Written by : HUMAS STIE PENA
Seminar “Digitalisasi Integrasi Data Kependudukan”

STIE PELITA NUSANTARA BEKERJASAMA DENGAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SEMARANG DALAM KEGIATAN SEMINAR EDUKASI Demografi menjadi salah satu hal penting yang menentukan dan mempengaruhi arah optimalisasi pelaksanaan kebijakan pemerintah. Dalam tata kelola pemerintahan, data kependudukan dan pencatatan sipil digunakan dalam semua layanan publik. Beberapa produk kebijakan pemerintah yang didasarkan atas demografi seperti penyaluran subsidi, pembangunan fasilitas publik, bantuan sosial, dan kebijakan ekonomi lainnya. Data statistik demografi menyediakan informasi yang sangat terperinci suatu populasi atau kelompok dalam suatu wilayah. Data kependudukan senantiasa mengalami perubahan secara riil time. Oleh karena itu sistem administrasi negara terus dibenahi yang salah satunya dengan digitalisasi menuju era satu data. Proses integrasi data antar sektor menjadi sangat penting karena hanya dengan integrasi data dapat tercipta pemutakhiran data secara terus menerus. Keinginan Indonesia hanya memiliki satu data sudah diamanatkan oleh Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Pendidikan tentang Kependudukan merupakan upaya terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat agar memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang kondisi kependudukan serta kualitas penduduk dengan kehidupan sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan lingkungan hidup. Implementasi pendidikan kependudukan bagi generasi muda diharapkan dapat diarahkan pada kesadaran bahwa dirinya merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa. Sebagai bentuk upaya memperluas pengetahuan seputar isu-isu kependudukan, STIE Pelita Nusantara menggelar Seminar edukasi yang mengangkat tema DIGITALISASI INTEGRASI DATA KEPENDUDUKAN SEBAGAI BASIS DATA EKONOMI, pada hari Selasa, 14 Desember 2021. Dalam seminar kali ini menghadirkan narasumber yaitu Bapak Suryanto, S.H., M.Si, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang. Diselenggarakan di Aula Kampus STIE PENA, seminar yang diikuti oleh seluruh Dosen, Mahasiswa STIE PENA, dan Siswa-Siswi SLTA sederajat di Kota Semarang dan Kab Demak. Ketua STIE Pelita Nusantara Semarang, Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si. dalam kesempatan ini menyampaikan pesan-pesannya kepada para peserta seminar hal-hal yang terkait dengan kependudukan sangat penting, apalagi di era digital saat ini, data harus terstandarisasi, terintegrasi. Implementasi di Kota Semarang outputnya adalah SEMARSATATA (Semarang Satu Data), sebagaimana dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. Oleh karena itu, silahkan Bapak/Ibu/Saudara mengikuti acara ini dengan serius, hingga akhir pertemuan nanti dan silahkan untuk ditanyakan kepda narasumber jika ada hal-hal yang sekiranya itu menjadi permasalahan terkait dengan data kependudukan kalian semua. Ibu Hj. Widaryanti, S.E., M.Si., Akt., CA., (Wakil Ketua STIE PENA) selaku Moderator membuka acara dengan membacakan CV dari Bapak Suryanto. Riwayat jabatan beliau sebagai abdi negara diawali sejak tahun 2006 di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang. Beliau mengemban amanat sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang, sejak Oktober 2021 hingga sekarang. Bapak Suryanto membuka paparannya dengan menjelaskan tujuan penyelenggaraan administrasi kependudukan (Adminduk). Selain memberikan keabsahan identitas dan perlindungan status hak-hak sipil penduduk, Adminduk menyediakan data dan informasi kependudukan secara nasional dan terpadu dan menjadi rujukan dasar bagi semua sektor pelayanan masyarakat terkait lainnya. Ruang lingkup Adminduk adalah Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Permasalahan data perkotaan antara lain pendataan yang belum terstandarisasi, sistem yang masih konventional (pencatatan manual), serta perbedaan sistem manajemen data, berimplikasi pada sulitnya integrasi data. Untuk itu pemerintah berupaya memperbaiki tata kelola data demi terwujudnya transparansi dan akuntabilitas pemerintah, serta mendukung pembangunan nasional. Dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi, transformasi digital merupakan sarana integrasi digitalisasi data termasuk data kependudukan. Penerapan teknologi digital mengubah proses non-digital (manual) menjadi proses digital. Prinsip Satu Data sebagai kebijakan pemerintah tertuang dalam Peraturan Presiden no. 39 tahun 2019, secara perlahan akan terwujud sebagai impian besar pemerintah untuk mengintegrasikan data dalam semua proses berpemerintahan di Indonesia dari hulu ke hilir. Demikian pula yang saat ini telah dimiliki oleh Pemerintah Kota Semarang, yaitu portal satu data yang populer dengan istilah SEMARSATATA (Semarang Satu Data). Salah satu fungsi pemerintah dalam melayani masyarakat adalah masalah kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu keluarga dan kartu kematian. Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) secara bertahap telah melakukan penerapan teknologi informasi maupun keamanan data KTP-el dengan menerapkan Single Identity Number (SIN) yang berbasis pada data kependudukan melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KTP-el. Data NIK, memuat informasi identitas warga termasuk alamat rumah, riwayat keluarga, pendidikan, yang diberikan hanya sekali pada saat lahir dan berlaku seumur hidup. “NIK terdiri dari 16 angka. Deretan enam angka awal merupakan kode provinsi, kota atau kabupaten, serta kecamatan-nya. Adapun enam angka berikutnya tanggal, bulan, dan tahun lahir, sementara empat angka sisanya merupakan nomor penduduk”. Melalui perjanjian kerjasama antara Dukcapil dengan lembaga terkait dalam pemanfaatan data kependudukan adalah aktivitas pemberian hak akses atas data kependudukan oleh Menteri Dalam Negeri kepada lembaga pengguna dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, serta penegakan hukum dan pencegahan kriminal, termasuk berbagai perusahaan jasa keuangan dan perbankan. Pemanfaatan data kependudukan, NIK dan KTP elektronik akan menjadi bagian dari pengendalian risiko yang semakin penting. Oleh karena itu dalam kerjasama ini semua lembaga wajib menjaga dan melindungi kerahasiaan data penduduk yang kita jadikan pintu askes data kependudukan. Demikian Bapak Suryanto mengakhiri pepaparan materinya. Written by : Atik-HUMAS STIE PENA
Kuliah Kerja Lapangan & MoU dengan PT. Marimas Putra Kencana

Pendekatan yang sistematis, koheren, dan komprehensif dalam implementasi dan pengembangan kurikulum di lingkungan Lembaga Pendidikan Tinggi harus mendapat perhatian serius. Pendekatan itu menuntut adanya keterkaitan antara tujuan dan sasaran program studi yang dikembangkan dengan berdasarkan pada pertimbangan terhadap kebutuhan masyarakat saat ini, dan masa mendatang. Berkembangnya sistem dan regulasi pendidikan pada Pendidikan Tinggi, menuntut STIE PENA untuk melakukan penyesuaian dan pengembangan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan program-program pendidikannya, khusus berkenaan dengan keahlian sarjana manajemen maupun sarjana akuntansi dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 serta revolusi social 5.0. Bahwa deskriptor umum untuk penjenjangan kemampuan lulusan pendidikan di Indonesia sudah terpetakan sejalan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Undang-Udang Republik Indonesia nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Permendikbud Republik Indonesia nomor 73 tahun 2013 tentang Penerapan KKNI Bidang Pendidikan Tinggi. Permenristekdikti Republik Indonesia nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kurikulum STIE PENA tahun 2021. INTEGRASIKAN & IMPLEMENTASIKAN MAHASISWA DALAM PRAKTIK DI DUNIA USAHA/INDUSTRI Mengingat akan pentingnya hal tersebut di atas, maka STIE PENA melakukan pengembangan kurikulum, pemetaan capaian pembelajaran lulusannya dengan terjun langsung di DU/DI dalam program Kuliah Kerja Lapangan (KKL), dengan harapan mahasiswa dapat mengamati untuk menyimpulkan secara teknis dan sistematis, sehingga nantinya sebagai tambahan bekal pengalaman ketika bekerja, berwirausaha maupun dalam pengabdian kepada masyarakat. KKL STIE PENA 2021 dilaksanakan pada hari Rabu, 1 Desember 2021, dengan mengunjungi PT. Marimas Putera Kencana (MARIFOOD), perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur makanan dan minuman (A Food and Beverage Company), berlokasi di Kawasan Industri Candi (KIC) Gatot Subroto, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pagi itu tepat pukul 08.00 WIB tim dari STIE PENA tiba di lokasi, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mahasiswa peserta KKL diterima dengan baik di ruang Aula MARIFOOD. Kedatangan tim STIE PENA disambut hangat oleh Bapak Lantip Waspodo, selaku HUMAS & CSR PT. Marimas Putera Kencana (MARIFOOD) beserta timnya yang mendampingi hingga akhir kegiatan. Bapak Mohklas, S.E., M.Si., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Humas dan Kerjasama STIE PENA, dalam hal ini mewakili Ketua STIE PENA, mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan yang diharapkan dalam kunjungan ilmiah ke PT. Marimas Putera Kencana (MARIFOOD). Kegiatan KKL diharapkan dapat menjadi gerbang atau awal untuk melangkah lebih lanjut mempererat jalinan di antara keduanya. Tidak berhenti pada kunjungan KKL hari itu, ke depan hendaknya berlanjut dengan kerjasama dalam penerimaan peserta magang kerja, pelaksanaan riset dan penelitian ilmiah, bahkan alumni dari STIE PENA dapat menjadi bagian dari seleksi penerimaan karyawan di PT. Marimas Putera Kencana (MARIFOOD). PENANDATANGANAN MoU ANTARA STIE PELITA NUSANTARA DENGAN PT. MARIMAS PUTRA KENCANA Relevan dengan maksud dan tujuan kunjungan kali ini, pada saat yang sama bertempat di ruang Cocorio, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara STIE PENA dengan PT. Marimas Putera Kencana (MARIFOOD). Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., selaku Ketua STIE PENA, dan Ibu Theresia Widowati, selaku Manajer HRD PT. Marimas Putera Kencana (MARIFOOD). Penandatanganan MoU tersebut juga dihadiri dan disaksikan oleh Ibu Hj. Widaryanti, S.E., M.Si., CA, Wakil Ketua I Bidang Akademik, dan Ibu Rudika Harminingtyas, S.E., M.M., selaku Kaprodi Manajemen yang dalam hal ini bertindak selaku Ketua Umum Panitia kegiatan KKL tahun 2021. Peserta KKL diantarkan ke pabrik proses produksi, hal ini bertujuan agar Mahsiswa lebih mengetahui akan sebuah proses produksi pada produk-produk di PT. Marimas Putera Kencana, harapannya menjadi tambahan pengetahuan riil bagaimana proses produksi yang tersistematis. Usai kunjungan ke pabrik, tim KKL kembali dipersilakan ke Aula MARIFOOD, dan dilanjutkan sesi tanya jawab mulai dari proses pembelian bahan baku, produksi, rekruitmen Sumber Daya Manusia (SDM), sistem pemasaran, dan lain sebagainya guna lebih memberikan referensi bagi Mahasiswa peserta KKL dalam mengembangkan ilmunya dan proses pembuatan laporan portofolio kegiatan tersebut. Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada STIE PENA. Terima kasih MARIFOOD. Sukses untuk kita semua. Semarang, 01-12-2021 Humas STIE Pelita Nusantara Written by : Atik-Mohklas
MOU STIE PENA DENGAN ILC & STMI

PENANDATANGANAN MoU STIE PENA DENGAN ILC & STMI JAWA TENGAH “KOMPETENSI, MENGANTARKAN SEBUAH PRESTASI” Perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang sangat pesat menuntut Perguruan Tinggi untuk selalu meningkatkan kompetensi diri bagi alumninya dalam menjawab kebutuhan perubahan zaman. Link and match Perguruan Tinggi dengan dunia usaha/industri (DUDI) harus dibangun dengan baik. Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi yang bisa dilakukan di antaranya magang/praktik kerja di dunia usaha/industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusisaan. Semua kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen. Kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru. Merujuk pada pengaturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 5 Nomor 81 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa lulus pendidikan tinggi berhak mendapat ijazah yang merupakan pengakuan atas program pendidikan yang telah diselesaikannya dimana ijazah yang diberikan tersebut sekurang-kurangnya dilengkapi dengan transkip akademik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan oleh pendidikan tinggi bergelar. SKPI menyatakan bahwa institusi pendidikan berada dalam kerangka kualifikasi nasional yang diakui secara nasional dan dapat disandingkan dengan program pada institusi luar negeri melalui qualification framework masing-masing negara. Penerbitan SKPI ini didasari oleh adanya tiga peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) yakni Permendikbud No 73 Tahun 2013 tentang penerapan kerangka kualifikasi nasional Indonesia bidang pendidikan tinggi, Permendikbud No 49 Tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan tinggi, dan Permendikbud No. 81 Tahun 2014 tentang ijazah, sertifikat kompetensi, dan sertifikat profesi pendidikan tinggi. Mengingat peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) tersubut di atas, dan akan pentingnya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), maka pada hari Jumat, 01 Oktober 2021, menjadi hari bersejarah bagi STIE Pelita Nusantara (STIE PENA), dengan International Language Center (ILC), dalam program pengembangkan kompetensi mahasiswa khusus Toefl and Toeic, dan dengan Sekolah Trainer dan Motivator Indonesia (STMI) Wilayah Jawa Tengah, dalam program public speaking. Dimana pada hari tersebut kedua belah pihak antara STIE PENA dengan ILC, dan STIE PENA dengan STMI menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), untuk bekerjasama dalam bidang peningkatan kompetensi Mahasiswa, dan penerbitan SKPI. Bertempat di ruang rapat STIE PENA, penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Bpk. Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., selaku Ketua STIE PENA, dan Bpk. Andrianto, S.Ip., selaku general manajer ILC, serta Bpk. Supriyadi Trisno Saputro, S.E., C.MMI., CNHRP., C.PS., C.FH., CPHRM., C.TLC., C.TSSA., selaku koordinator STMI Jawa Tengah. Adapun ikut hadir dan menyaksikan penandatanganan MoU ini antara lain Wakil Ketua I Ibu. Widaryanti, S.E., M.Si., Akt., CA., Wakil Ketua III Bpk. Mohklas, S.E., M.Si., Ketua Program Studi Manajemen Ibu. Rudika, S.E., M.M., dan Ketua Program Studi Akuntansi Ibu. Nurul Latifah Pancawardani, S.E., M.M., M.Si. Penandatangan MoU antara STIE PENA dengan ILC dan STMI Jawa Tengah Usai MoU ditandatangani bersama-sama saling ramah tamah dalam bingkai sarasehan, Ketua STIE PENA Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., menyampaikan harapnya akan pentingnya kompetensi bagi mahasiswa dan regulasi pemerintah (Permendikbud), maka kita saling berharap kerjasama ini kedepan akan memberikan kontribusi riil, sehingga bisa saling memberikan manfaat kepada institusi masing-masing, juga mahasiswa dan masyarakat. Semangat!. Sukses Selalu.
Pelantikan BEM STIE PENA Tahun 2021

PELANTIKAN & SERAH TERIMA JABATAN PENGURUS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) STIE PELITA NUSANTARA (STIE PENA) Masa Bakti Tahun 2021-2023 Mahasiswa di Perguruan Tinggi merupakan patner dan variabel yang tidak bisa terpisahkan agar atmosfer kehidupan kampus tetap survival. Sinergitas Mahasiswa dengan civitas akademika lainnya dalam suatu Perguruan Tinggi di setiap Proses Pembelajaran dan Kegiatan-kegiatan Mahasiswa lainnya harus ditata sedemikan rupa. Untuk itu keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai organisasi yang membantu mewujudkan kehidupan kampus dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi sangat dibutuhkan. Mahasiswa harus sadar akan perannya menjadi stimulan penyemangat dari bagian kelompok masyarakat terdidik, terbaik, dan terpelajar untuk bisa memimpin diri dan calon pemimpin bangsa yang besar. Kekuatan intelektual para mahasiswa menjadi kekuatan utama dalam menyehatkan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Menyadari akan tanggung jawab tersebut serta turut menyertai kompetensi diri yang wajib dimiliki setiap mahasiswa, maka bekal-bekal akademik dan non akademik harus siap dan dipersiapkan. Menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan di masa studi bagi seorang mahasiswa adalah satu hal yang istimewa, karena diperlukan energi tambahan, pikiran, dan waktu agar semua aktivitas bisa berjalan secara seimbang yang pada gilirannya menjadi pengalaman berharga untuk terjun di masyarakat nantinya. Mengingat akan penting dan perannya Mahasiswa dalam membangun Bangsa, maka pada hari Rabu (17/11/2021) dilaksanakan Pelantikan dan Prosesi Serah Terima Jabatan Pengurus BEM STIE PENA, masa bakti 2021-2023, di Aula STIE Pelita Nusantara, dengan tetap mematuhi Prokes. Dengan diadakannya acara tersebut, menandai berakhirnya masa kepengurusan BEM Masa Bakti 2019-2021 dengan ketua Saudara Ido Ido Prabaswara, dan wakil ketua Saudari Ari Wahyuni, serta dimulainya masa kepengurusan yang baru yang diketuai oleh Saudara Angger Ganding Taksasaka, dan wakil ketua Saudari May Lisa Trifiana. Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan ini bukanlah sesuatu yang serta merta, dan proses yang instan, namun telah melalui tahap-tahapan yang panjang, mulai dari masa kampanye, debat penyampaian visi, dan misi masing-masing calon pasangan Presiden BEM, proses pemungutan suara, hingga penyusunan kepengurusan BEM STIE PENA yang baru. Hadir dalam acara tersebut Ibu Widaryanti, S.E., M.Si., Akt., CA, selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik sekaligus mewakili Ketua STIE Pelita Nusantara (Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si.), Ibu Yuliati, S.E., M.M., selaku Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan sarana prasarana, dan Bapak Mohklas, S.E., M.Si., selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Humas dan Kerjasama dengan pihak Eksternal, serta Ibu Rudika, S.E., M.M. selalu Kaprodi Manajemen, dan Ibu Nurul Latifah Pancawardani, S.E., M.M., M.Si., selaku Kaprodi Akuntansi. Acara dimulai pukul 09.00 diawali dengan pembukaan, mendengarkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan. Mohklas (Waka. III) dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan kepada pengurus BEM, bahwa ketika berbicara pelantikan pastinya dalam pemikiran kita; identik dengan ada Pemimpin, Staff (yang dipimpin), Anggaran, Sistem Informasi Manajemen, Tugas dan Tanggung Jawab, serta Merealisasikan Visi, Misi Organisasi. Oleh karenanya sikap moral yang penuh dedikasi, totalitas, loyalitas, proaktif, kreatif, dan inovatif terhadap komunitas/organisasi yang Saudara emban menjadi budaya kerja sehari-hari, harapannya ada perkembangan dan pengembangan yang signifikan atas kinerja organisasi tersebut. Beliau juga mengajak kepada Mahasiswa dan pengurus BEM pada khususnya, untuk mendarmabaktikan jiwa dan raganya sebagai perwujudan pengabdian kepada masyarakat dengan memberi nilai-nilai maslakhat kepada sesama melalui Kerja Cerdas, Keras, Tuntas, dan Ikhlas. Ibu Widaryanti, S.E., M.Si., Akt., CA., memberikan motivasi kepada pengurus BEM yang baru (periode 2021-2023) khususnya dan Mahasiswa yang lain, yang diantaranya adalah; Kalian dapat masuk seleksi menjadi anggota BEM itu harus bersyukur sekali, karena di dalam organisasi BEM ada beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi diri kalian semua, baik itu hardskill maupun softskill yang nantinya sangat berguna ketika terjun di masyarakat. Dalam pesan-pesannya beliau mengarahkan; jangan hanya jadi Mahasiswa KUPU-KUPU datang pergi ke dan dari kampus tanpa memberikan kontribusi yang riil bagi civitas akademik kalian semua. Disamping itu beliau juga menegaskan; mari !!, kita bersama-sama wujudkan atmosfer kehidupan kampus yang penuh dengan budaya merealisasikan tugas pokok Tridharma Perguruan Tinggi yang solid, penuh rasa kerjasama antara Dosen dengan Mahasiwa, dan dengan pihak-pihak eksternal yang berkompeten dalam bingkai Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat yang memadai serta sinergi. Closing statement Beliau “SELAMAT BEKERJA & SUKSES UNTUK KALIAN SEMUA, HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI KEMARIN & ESOK HARUS LEBIH BAIK DARI HARI INI. Terimakasih. Hidup Mahasiswa. Hidup STIE Pelita Nusantara, dan Hidup Rakyat Indonesia. Humas STIE Pelita Nusantara Semarang, 04 Desember 2021
Wisuda XIV STIE Pelita Nusantara Semarang

WISUDA XIV STIE PENA Rabu 24 November 2021, STIE Pelita Nusantara (STIE PENA) menyelenggarakan wisuda XIV di kampus Aula Gedung A yang dipimpin Ketua SENAT STIE Pelita Nusantara Bpk. Untung Widodo, S.E., M.M. Pelaksanaan wisuda XIV dilakukan dengan singkat padat dan sederhana dengan standard protokol kesehatan yang ketat, namun tidak mengurangi esensi kesakralan sebuah perhelatan wisuda untuk menghantarkan para lulusan terjun ke masyarakat. Tamu undangan yang diundang hadir dalam kesempatan ini adalah Pembina Yayasan, Ketua Pengawas, Pengurus YPN Pelita Nusantara, Kepala SMK Pelita Nusantara 1 dan Kepala SMK Pelita Nusantara 2 dan secara khusus mengundang pendamping wisudawan/orang tua/wali wisudawan via streaming/online. Wisudawan Terbaik STIE Pelita Nusantara mewisuda Mahasiswa dari lulusan Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi. Wisudawan terbaik dari Prodi Manajemen diraih oleh saudari Ririn Ayu Astutik, S.M., dengan IPK 3,98 sedangkan wisudawan terbaik dari prodi akuntansi diraih oleh saudari Theressa Meiti Natalia, S.Ak., dengan IPK 3,92. Wakil wisudawan saudari Siji Andriyani, S.Ak., menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bp/Ibu dosen yang telah membimbing, mengarahkan dan mentransformasikan ilmu dan pengetahuannya serta ketrampilan guna menghadapi masa depan yang sudah menglobal untuk bekal terjun di masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia. Dia juga mengajak rekan–rekan seperjuangan untuk selalu terus belajar dan berinovasi dimasyarakat setelah bekarier guna menghadapi tantangan yang lebih kompetitif. Sambutan-sambutan Ketua STIE Pelita Nusantara Bp. DR. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya kepada LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, yang telah memberikan arahan, perhatian, bimbingan dan dorongannya untuk selalu maju dan berkembang agar mampu bersaing dan mampu menghadapi era yang terus maju seiring dengan perkembangan global dimasa revolusi industri 4.0. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada instansi pemerintah maupun swasta yang telah merekrut para lulusan STIE Pelita Nusantara, kepada orang tua/wali Mahasiswa yang telah mempercayakan putra/putrinya untuk study di STIE Pelita Nusantara. Beliau menyampaikan bahwa Lembaga STIE Pelita Nusantara adalah lembaga yang taat azas terbukti bahwa baik institusi maupun prodi Manajemen dan prodi Akuntansi semuanya telah terakreditasi dengan peringkat “ B “. Beliau juga berpesan kepada seluruh wisudawan agar ilmu, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki harus betul-betul diimplementasikan dan bermanfaat di masyarakat. Selanjutnya Bp Drs. H. Tunas Dwi Darto, S.H., M.Si., M.H., selaku pembina YPN Pelita Nusantara dalam sambutannya menyampaikan untuk selalu bersyukur walaupun dimasa pandemic covid masih tetap dapat melaksanakan wisuda ke XIV walaupun dengan keterbatasan. Beliau juga menghimbau para alumni untuk selalu memberikan yang terbaik di tengah-tengah masyarakat. Tunjukkan loyalitas dan dedikasi serta tanggung jawab saudara dalam mengemban tugas dimanapun anda berada, berikan secercah pelita di seluruh nusantara untuk meningkatkan kepercayaan kepada kita. Pembina Yayasan juga berpesan kepada institusi STIE Pelita Nusantara agar selalu taat azas dalam penyeleggaraan tri dharma perguruan tinggi dan selalu meningkatkan pelayanan kepada Mahasiswa dan masyarakat. Sukses untuk Wisudawan/Wisudawati, Sukses untuk STIE PENA dan Sukses untuk kita Semua. Amin.
PERSPEKTIF APPRAISAL DALAM INSTITUSI KEUANGAN

PERSPEKTIF APPRAISAL DALAM INSTITUSI KEUANGAN Penilaian (appraisal) merupakan salah satu sektor jasa yang dapat berperan penting dalam menentukan nilai ekonomis aset dan potensi harta kekayaan. Di Indonesia, penilaian atau appraisal belum dikenal secara umum. Hal ini karena appraisal masih dalam tahap pertumbuhan. Umumnya jasa appraisal atau penilaian digunakan institusi keuangan dalam menilai suatu properti. Salah satu institusi keuangan tersebut adalah bank. Mengingat akan pentingnya pengetahuan, konsep-konsep, dan teori serta regulasinya, STIE Pelita Nusantara menggelar Webinar akademis bertajuk SHARING SESSION ABOUT APPRAISAL, pada hari Selasa, 26 Oktober 2021. Agenda Pendidikan dan pengembangan wawasan keilmuan kali ini menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten dan berpengalaman di bidangnya, yaitu Bapak Kurniawan Hapsoro, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.), Pimpinan Cabang Yogyakarta pada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dasa’at Yudistira & Rekan. Webinar dibuka pukul 09.00 WIB oleh Ketua STIE Pelita Nusantara Semarang, Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si., diikuti oleh segenap civitas akademika STIE PENA dan juga peserta umum dari berbagai perguruan tinggi maupun instansi lain, yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam. Mengawali sambutannya Dr. Luhgiatno secara umum menyampaikan ketertarikan mengangkat tema ini karena profesi penilai masih asing terdengar atau belum banyak yang mengetahuinya. Padahal penugasan atau pekerjaan seorang panilai (Appraiser) cukup padat dengan kebutuhan dan permintaan Appraisal yang terus meningkat di setiap tahunnya. Jika persentasenya dibanding dengan banyak negara maju, persentase profesi penilai di Indonesia di banding dengan jumlah penduduknya terbilang masih sedikit. Diharapkan webinar ini dapat membuka wawasan untuk mengetahui dan mengenal lagi apa itu Appraisal, serta memantapkan profesi yang masih langka ini menjadi salah satu pilihan profesi di masa depan yang cukup menjanjikan. Mohklas, S.E., M.Si. (Dosen STIE PENA) selaku Moderator membuka acara dengan membacakan CV dari pemateri tunggal yaitu Bapak Kurniawan Hapsoro. Beliau mengawali pendidikan tingginya di Universitas Diponegoro pada tahun 1996. Berbekal pengalaman kerja yang telah beliau tekuni di berbagai Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), membawanya fokus pada profesi Penilai (Appraiser), hingga beliau mendapatkan Sertifikat Profesi dari Asossiasi Profesional MAPPI pada tahun 2010. Gelar Magister of Economic of Development (M.Ec.Dev.) yang merupakan program pasca sarjana jalur professional, diperolehnya pada tahun 2016 usai mengikuti pendidikan Program Magister Ekonomika Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bapak Kurniawan Hapsoro membuka paparannya dengan terlebih dulu menjelaskan secara umum kerangka pikir untuk lebih mengetahui devinisi apa itu Appraisal (Penilaian) dan siapa itu seorang Appraiser (Penilai). Appraisal atau Penilaian merupakan proses pekerjaan untuk memberikan estimasi dan pendapat atas nilai ekonomi suatu objek penilaian pada saat tertentu, sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Peraturan Perundangan-Undangan yang berlaku. Sedangkan Appraiser atau Penilai, adalah seseorang yang memiliki kualifikasi, kemampuan dan pengalaman dalam melakukan kegiatan praktek Penilaian terhadap suatu objek untuk mendapatkan nilai ekonomis sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Kriteria dan standar profesi Penilai yang berintegritas termuat dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI). Meski usaha jasa penilai sudah eksis sejak puluhan tahun yang lalu, hingga saat ini di Indonesia belum memiliki UU khusus sebagai payung hukum bagi profesi ini. Profesi penilai masih diatur setingkat peraturan menteri, yakni Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK RI) Nomor 101/PML.01/2014 tentang Penilai Publik dan perubahan-perubahannya. Pembinaan, pengembangan dan pengawasan dan pelayanan informasi atas profesi penilai dan penilai publik dilakukan oleh PPPK (Pusat Pembinaan Profesi Keuangan) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Sekretaris Jenderal. Lebih lanjut dijelaskan bahwa peran profesi penilai sangatlah penting dan dinilai strategis, baik sebagai penilai internal, penilai pemerintah maupun penilai publik. Salah satu pekerjaan penilai publik adalah menilai aset dan bisnis berdasarkan perhitungan serta harga pasaran. Selain itu, mereka juga memberikan pendapat hingga estimasi terkait nilai ekonomis sebuah objek penilaian sesuai SPI. Penilaian yang dilakukan bertujuan untuk transaksi, pelaporan keuangan sektor privat dan sektor publik, penjaminan utang, penerimaan negara, dan tujuan penilaian lainnya sesuai SPI. Status penilai publik sendiri wajib terdaftar di MAPPI atau Masyarakat Profesi Penilai Indonesia. Izin menjadi penilai publik ditetapkan dengan keputusan menteri dan diklasifikasikan dalam bidang jasa: penilaian properti sederhana; penilaian properti; penilaian bisnis; atau penilaian personal properti. Untuk mendapat izin penilai publik, penilai harus sudah beregister, sekurang-kurangnya telah lulus pendidikan awal penilaian dan memiliki kompetensi, yang diperoleh dengan cara menempuh pendidikan awal penilaian; pendidikan profesional lanjutan ujian sertifikasi penilai. Pendidikan awal penilaian tersebut telah diakui atau disetarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai, baik pendidikan non formal penilaian dasar dan/atau lanjutan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai; pendidikan formal penilaian yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi; atau pendidikan formal dan non formal penilaian yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah. Bapak Kurniawan Hapsoro juga memaparkan mengenai MAPPI (berikut jenjang keanggotaannya) yang menjadi wadah yang menghimpun Profesi Penilai Indonesia secara keseluruhan dalam kedudukannya sebagai pelaku kegiatan Penilaian. Sesuai data, jumlah penilai yang terdaftar sebagai anggota MAPPI kurang lebih 10.700 orang, dengan jumlah penilai beregister kurang lebih 3.700 orang. Dasar hukum berpraktek sebagai seorang Penilai di Indonesia, selain bekal pendidikan dan keahlian/kompetensi, adalah berpedoman pada KEPI dan SPI, yang mengatur Penilai dan Penilaiannya. Berbagai peraturan dan perundangan yang melibatkan Penilai serta standar pengendalian mutu seorang Penilai di Indonesia juga dijelaskan oleh narasumber dalam paparannya. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) adalah badan usaha yang telah mendapat izin usaha dari Menteri sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam memberikan jasanya. KJPP dibagi jadi dua bentuk badan usaha, yakni perseorangan dan persekutuan. Persebaran KJPP di Indonesia belum merata bahkan hampir sebagian besar ada di pulau Jawa. Hingga kini pengguna jasa yang melibatkan penilai berdasarkan trend penugasan tujuan penilaian (sumber PPPK-Kemenkeu 2021) antara lain: pengadaan tanah/lahan; pengelolaan barang usaha milik negara/daerah (BUMN/D); perbankan (penjaminan hutang); pasar modal; industri keuangan non bank; jual beli; lelang. Penjelasan tentang tujuan dan ruang lingkup penilaian baik itu: penilaian properti sederhana; penilaian properti; penilaian bisnis; atau penilaian personal properti, mengarahkan pada munculnya peluang karir yang bisa diambil sebagai penilai. Profesi ini memiliki tanggung jawab yang cukup besar, juga penuh resiko karena tidak sedikit yang berbenturan dengan pihak-pihak yang tidak berkenan dengan hasil penilaian maupun masalah-masalah sosial di masyarakat yang tidak sepele. Menjadi penilai harus dibekali dengan pendidikan dan keahlian/kepakaran khusus di bidangnya. Biaya jasa dan honor dihitung berdasarkan pengetahuan dan pengalaman
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2021

BERBUDI LUHUR SEBAGAI MODAL CIVITAS AKADEMIKA MEMBANGUN KEHIDUPAN KAMPUS YANG PROFESIONAL Semarang, Selasa 19 Oktober 2021/12 Rabiul Awal 1443 H, STIE Pelita Nusantara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, di Aula Gedung A STIE Pelita Nusantara (STIE PENA), dengan tetap patuh pada prokes. Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum refleksi atau muhasabah (introspeksi diri), dan hikmah yang tinggi dalam membangun kehidupan kampus, masyarakat, bangsa, negara. Karena Beliaulah, (Nabi Muhammad SAW) adalah satu-satunya manusia yang paling pantas dijadikan teladan dalam semua hal. Sebagaimana Firman Allah di dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21, yang artinya: “Bahwa sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak menyebutkan nama Allah.” Peserta Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2021 Hadir pada acara ini, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Nasional Pelita Nusantara (Ibu. Dra. Hj. Tutik Rumiyatun, MM), Ketua STIE PENA, Dosen, Tendik, BEM, Mahasiswa dan Osis dari SMK Pelita Nusantara 1 dan Osis dari SMK Pelita Nusantara 2. Ibu Hj. Tutik pada sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih yang mendalam kepada civitas akademika, terutama adik-adik BEM yang telah menginsiasi adanya program UKM kerohaniaan ini dengan baik, dan tetap semangat berkarya meskipun yang seharusnya ini hari libur nasional, namun karena adanya SKB 3 Menteri, kita tetap tunduk patuh masuk kerja dengan mengisi kegiatan ini. Beliau menambahkan bahwa tujuan dari peringatan ini adalah bagaimana kita dapat meneladani sikap dan perilaku Nabi, yang kita implentasikan dalam menjalankan hidup dan kehidupan ini, sebagaimana tema yang diangkat “Meneladani Sikap Rosulullah SAW, Sebagai Spirit Mewujudkan Kehidupan di Masa Pandemi”. Sebab pada diri Nabi Muhammad SAW telah ada contoh dan suri tauladan yang baik bagi umat manusia. Sambutan Ketua STIE Pelita Nusantara Bapak Dr. Luhgiatno, S.E., M.M., M.Si. selaku Ketua STIE PENA, memberikan arahan dalam kata sambutannya, merasa banyak bersyukur kepada Allah SWT Tuhan YME atas segala nikmat-Nya yang diantaranya nikmat sehat sehingga kita dapat melaksankan kegiatan ini dengan baik, yaitu memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1443 H. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan pengaruh positif pada kita semua, karena didalammnya ada proses nasihat-nasihat yang baik, tentang bagaimana kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT Tuhan YME, yang implementasinya ketika kita belajar, bekerja, dan bermasyarakat dengan baik dan benar. Melalui majelis seperti ini kita dapat memperhatikan nasihat-nasihat dari para Ustadz, Guru, Dosen, yang seperti pada kesempatan ini disampaikan oleh Ustadz Yus Ibnu Yasin. Selanjutnya beliau berpesan kepada Mahasiswa, khususnya BEM STIE PENA hendaknya Unit Kegiatan Mahasiswa/UKM (Kerohanian, Penelitian, Pengabdian, Keolahragaan, Tari dan lain-lain) di sebuah Perguruan Tinggi harus diperhatikan, ditumbuhkembangkan sehingga atmosfir kehidupan kampus betul-betul terwujud. Disamping itu, proses pendidikan berorganisasi semacam ini menjadi bekal kalian semua untuk menjadi pribadi yang berkompeten, sehingga nantinya siap terjun di Masyarakat dengan berbagai tantangan dan harapan yang harus dihadapi. Selain itu Ketua STIE PENA juga mengajak seluruh civitas akademika untuk selalu berusaha mencegah penularan Covid-19, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak valid yang dapat berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Tausiyah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ustadz Yus Ibnu Yasin dalam memberikan tausiyah dan motivasinya menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW, merupakan manusia terpilih Allah SWT yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Sebagai manusia terpilih, Allah SWT menjaga Nabi dan Rasul dengan sifat yang baik agar menjadi contoh bagi para pengikutnya dan suri tauladan bagi manusia. Beliau menguraikan arti penting yang tersirat sifat wajib Nabi, Rosulullah Muhammad SAW dalam membangun peradaban suatu bangsa, dan tips bagaimana menjadi seorang pemimpin yang professional, yaitu tetap berpegang teguh meneladani pada 4 (empat) sifat wajibnya: As-Siddiq yang berarti selalu benar atau jujur. Rasul Allah SWT tidak pernah berbohong baik kepada Allah SWT ataupun kepada manusia. Semua perkataan yang terucap dari mulut Rasul selalu benar dan jujur. Al-Amanah yang berarti dapat dipercaya. Sifat Al-Amanah pada Rasul memiliki arti bahwa Rasul dapat dipercaya. Mulai dari perkataannya, hingga perbuatannya semua dapat dipercaya. At-Tabligh yang berarti menyampaikan wahyu Allah SWT. Semua wahyu yang diberikan oleh Allah SWT selalu Rasul sampaikan semuanya kepada umatnya. Tidak ada satu wahyu pun yang disembunyikannya. “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Maidah: 67) Al-Fatanah atau yang berarti Rasul memiliki kecerdasan yang tinggi. Sifat ini wajib dimiliki oleh Rasul demi memerangi dan mengajak mereka yang masih enggan berjalan di jalan Allah SWT. Selain itu, dalam menyampaikan wahyu dari Allah SWT, Rasul membutuhkan strategi dan diplomasi, serta kemampuan khusus agar dapat diterima oleh kaumnya. Sifat ini tertulis dalam Alquran Surat Al-An’am ayat 83 yang Artinya: “Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” Pesan dan Penutup Itulah empat sifat wajib Rasulullah Muhammad SAW yang patut kita jadikan teladan. Semoga kita bisa mencontoh sifat-sifat Rasul tersebut dan mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin. Acara diakhiri dengan doa, semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk, kekuatan dan kesehatan kepada kita dalam bekerja sesuai bidang tugas dan profesi masing-masing dan memperoleh hasil yang diridhoi Allah SWT untuk mewujudkan STIE Pelita Nusantara yang sejahtera, religius dan berkarakter. Humas STIE PENA, Selasa 19 Oktober 2021, 11.30 WIB
